Pemdes Kasegeran gelar Pra Musdesus Kopdes Merah Putih
Kades Kasegeran : Musdesus Digelar 16 Mei 2025, Bertepatan Hari Lahir Eyang RM Margono
Cilongok, Banyumas, JatimUPdate.id : Pemerintah Desa Kasegeran Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas menggelar Rapat Sederhana Pra Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) guna Persiapan Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih yang akan segera di gelar.
Rapat Pra Musdesus ini digelar dirumah kediaman Kades Kasegeran, Ahmad Syaifuddin yang oleh kalangan warga di sebut Bale Brayat pada Sabtu Malam (10/05/2025).
Baca Juga: Mendes Dorong Pertumbuhan Kopdes, Minimarket Diminta Stop Ekspansi
"Alhamdulillah pada Malam Minggu lalu [Sabtu Malam, 10/05/2025] telah terselenggara prosesi Pra Musdesus Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih. InsyaAllah pada pekan ini Pemerintah Desa Kasegeran bersama-sama warga desa akan mendirikan Kopdes Merah Putih sesuai amanah Inpres 9 Tahun 2025 yang telah di canangkan Presiden Prabowo Subianto," kata Kades Kasegeran, Kec. Cilongok, Ahmad Syaifuddin kepada Redaksi JatimUPdate, Kami (15/05/2025).
Secara khusus Syaifuddin menyatakan pada kegiatan Pra Musdesus itu hadir sejumlah pihak yang merupakan stakeholder desa diantaranya, Ketua BPD dan Anggota BPD, pengurus PKK, beberapa tokoh masyarakat, sejumlah tokoh pemuda, dan beberapa pelaku usaha lokal khususnya skala UMKM.
Selain itu beberapa tokoh perempuan desa juga hadir mewakili kaum wanita guna menyampaikan aspirasi dalam mencapai ideal type alias bentuk ideal Koperasi Desa Merah Putih sesuai harapan warga desa Kasegeran, Kec. Cilongok, Kabupaten Banyumas.
"Pra Musdesus Kopdes Merah Putih ini agendanya mempersiapkan segala sesuatu yang terkait agenda Musdesus agar proses musdesus bisa berjalan lancar dan kondusif. Pra Musdesus ini digunakan sebagai ajang serap aspirasi warga sehingga Kopdes Merah Putih yang terbentuk sesuai harapan warga desa," kata Syaifuddin yang juga Ketua Umum SATRIA PRAJA Kabupaten Banyumas dan sekaligus Wakil Ketua Umum DPP Asosiasi Kepala Desa Se Indonesia (AKSI) itu.
Syaifuddin menyampaikan proses Musdesus akan digelar Jumat besok (16/05/2025).
"Rencananya Musdesus Pembentukan Kopdes Merah Putih di Desa Kasegeran akan diselenggarakan Besok [Jumat, 16/05/2025]. Sengaja dipilih Jumat besok, karena pada hari itu merupakan hari bersejarah bagi warga Banyumas, mengingat pada 16 Mei 1894 lalu telah terlahir bayi mungil yang kemudian menjadi Tokoh Besar Indonesia, meski beliau selalu rendah hati dan cenderung berselimut misteri. Tanggal itu adalah hari lahir Eyang RM Margono Djojohadikusumo, perintis koperasi di era Hindia Belanda, yang patut selalu kita kenang," kata Syaifuddin dengan nada bergetar.
Baca Juga: Pemerintah Pastikan Dana Desa untuk Kopdes Merah Putih Tak Ganggu Pembangunan Desa
Syaifuddin menyatakan pihaknya memang sengaja memilih tanggal itu sekaligus guna melakukan tumpengan dan memanjatkan doa-doa agar rencana besar pemerintah dalam pembentukan Koperasi Desa Merah Putih di 75.264 desa Se Indonesia termasuk Koperasi Kelurahan Merah Putih bisa berjalan lancar dan sukses.
"Sebelum Musdesus akan ada doa bersama untuk semua perintis Koperasi di Tanah Air, khususnya Kagem Eyang RM Margono Djojohadikusumo yang dengan penuh pengorbanan dan keikhlasan telah membersamai pendirian koperasi-koperasi di era Hindia Belanda. Semangat itu yang layak kita warisi dan teruskan dalam pendirian Koperasi Desa Merah Putih. InsyaAllah amal bhakti Bangsawan Miskin, sebutan Eyang RM Margono untuk dirinya bersama para perintis koperasi lainnya akan selalu jadi tauladan anak bangsa," tegas Syaifuddin.
AKSI Gandeng Peneliti Muda Sygma Research
Secara khusus mantan anggota DPRD Banyumas yang kemudian memilih jadi Kades Kasegeran itu menceritakan pihaknya bersama dengan lembaga riset, Sygma Research and Consulting yang dipandegani peneliti muda di bawah 40 tahun ini sejak beberapa bulan lalu getol menapaki jejak-jejak sejarah sejumlah tokoh besar Banyumas, khususnya Banyumas sebagai kota awal pendirian Koperasi dan lembaga kredit rakyat yang dikemudian hari jadi cikal-bakal pendirian Bank Rakyat Indonesia.
Baca Juga: Desa Kesulitan Lahan untuk KDMP, Pemerintah Siapkan Regulasi
"Kami AKSI bersama Sygma Research and Consulting telah bersepakat dan akan segera melakukan MOU guna melakukan sejunlah penelitian dan riset terkait desa termasuk mengungkap jejak-jejak sejarah koperasi masa lalu yang dirintis setidaknya oleh tiga tokoh yaitu Raden Aria Wiratmadja, Drs Mohammad Hatta dan RM Margono Djojohadikusumo. Ini agar semakin menguatkan desa-desa dalam memahami sejarah masa lalu koperasi yang telah berdiri tidak hanya di era Orde Baru, namun sudah berdiri di era kolonial Belanda," ungkap Syaifuddin bersemangat.
Syaifuddin menyatakan bahwa institusi koperasi ini memang berakar dan bersendikan nafas keinginan warga, para founding father memilihkan koperasi sebagai soko guru perekonomian warga bukan tanpa alasan.
"Para perintis koperasi tentunya tidak gegabah dan telah memikirkannya dengan sangat mendalam kenapa pasal 33 ayat 1 UUD 1945 sebagai dasar regulasi utama koperasi khusus dipilihkan untuk perekonomian warga Indonesia. Tapak jejak sucsess story keberadaan koperasi di era Hindia Belanda telah melampaui batas dan diakui oleh dunia luar di era sebelum Indonesia Merdeka. Artinya sejak awal entitas ekonomi koperasi didesain untuk mensejahterakan warganya khususnya kini warga di desa-desa. Yang jelas institusi koperasi bukanlah lembaga ekonomi yang A HISTORIS," ungkap Syaifuddin. (ken/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat