117 Tahun Lalu Buta Huruf, Kini Buta Digital!

Reporter : -
117 Tahun Lalu Buta Huruf, Kini Buta Digital!
Rektor Universitas Insan Cita Indonesia (UICI), Prof. Laode Masihu Kamaluddin dalam Webinar Spesial Hari Kebangkitan Nasional 2025 bertajuk “AI, Keterbukaan Informasi dan Kebangkitan”, Selasa (20/5/2025) di Jakarta.

Jakarta, JatimUPdate.id - Rektor Universitas Insan Cita Indonesia (UICI), Prof. Laode Masihu Kamaluddin, mengajak seluruh elemen bangsa untuk memaknai ulang semangat Hari Kebangkitan Nasional dalam konteks zaman yang serba digital. Hal ini ia sampaikan dalam Webinar Spesial Hari Kebangkitan Nasional 2025 bertajuk “AI, Keterbukaan Informasi dan Kebangkitan”, Selasa (20/5/2025) di Jakarta.

Menurut Prof. Laode, peringatan 117 tahun Hari Kebangkitan Nasional harus menjadi refleksi bersama bahwa kebangkitan bukan lagi soal membebaskan diri dari penjajahan fisik, melainkan membebaskan bangsa dari ketertinggalan digital dan minimnya literasi teknologi.

Baca Juga: Rifqinizamy Karsayuda: UICI Adalah Buah Ijtihad Kolektif Keluarga Besar HMI-KAHMI

“Jika dulu kita buta huruf, sekarang kita menghadapi buta digital. Tantangan zaman berubah, dan kita harus bangkit dengan pemahaman baru,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa literasi digital adalah syarat utama untuk membawa Indonesia menuju visi besar 2045. “Kesadaran nasional hari ini adalah soal penguasaan teknologi. Indonesia perlu 9 juta talenta digital untuk menjadi negara maju. Tanpa itu, visi tinggal visi,” katanya.

Baca Juga: Siti Zuhro: UICI Harus Terus Berperan dalam Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

Dalam acara yang juga dihadiri oleh Komisi Informasi Pusat dan sejumlah tokoh digital, Prof. Laode menegaskan bahwa Universitas Insan Cita Indonesia hadir sebagai jawaban atas tantangan tersebut. UICI mengklaim diri sebagai kampus digital pertama di Indonesia yang berkomitmen mencetak SDM siap digital.

“Kita tidak boleh menunggu. Era AI dan transformasi digital sedang berlangsung. Mari jadikan 20 Mei sebagai tonggak kebangkitan nasional versi digital,” pungkasnya.

Baca Juga: Prof. Laode Kamaluddin Akhiri Masa Jabatan, Refleksikan Transformasi Digital UICI

Pesan ini menjadi pengingat bahwa perjuangan bangsa hari ini tak kalah penting dari perjuangan masa lalu: dari melawan penjajah menjadi melawan ketertinggalan digital (*)

Editor : Redaksi