TIMNAS Sepakbola U-16 Menang Lawan Vietnam

oleh : -
TIMNAS Sepakbola U-16 Menang Lawan Vietnam
Selamat Timnas Sepakbola U-16 atas raihan juara AFF U-16 2022

CATATAN MAS AAS

Bagi saya kemenangan bukanlah sesuatu yang terjadi tiba-tiba di lapangan saat peluit bertiup menderu penonton. Menang adalah sesuatu yang membangun secara fisik dan mental setiap hari saat para pemain U-16 itu berlatih setiap pagi, siang, bahkan malam , di bawah arahan pelatihnya. Dan mimpi setiap pemain (juga pelatihnya) telah tertanam begitu kuat di alam bawah sadarnya, melebihi hasrat untuk menang itu sendiri. Apa yang mereka alami saat bermain di lapangan nyata, dan malam tadi di Stadion Maguwoharjo, Sleman Yogyakarta. Mereka menerima mimpi itu menjadi nyata! Bisa jadi itulah pendapat saya, analisa ndek-ndek an saja , ala komentator penonton yang kadang lebih seru pendapatnya daripada para pemain sepak bolanya sendiri, upps!

Turun dari bus di Terminal Bungurasih. Pulang kerja, perjalanan dari Pasuruan. Di warkop langganan samping Terminal Bungurasih semarak sekali, tampak menghadap layar besar para maniak sepak bola sedang melihat tv dengan antusiasnya.

"Ono opo mas bro," kok rame men."

"Indonesia menang, mas. Timnas sepak bola Indonesia menang! U-16," dengan semangatnya ABG itu beri informasi kepadaku.

Berita kemenangan selalu membuat bahagia. Apalagi soal sepak bola. Sambil leyeh-leyeh duduk di pojok warkop, saya memperhatikan semua pengunjung warkop begitu bergembira, tak lupa juga penjaga warkop. Teriakan "siapa kita" membahana bergema di seantero warkop dan pangkalan ojek. Tak lupa lagu klasik penjual jasa ojek, sambil menyelam minum air. "Mas, Mbak, ojek mas, mau kemana, harga sesuai grab maupun gojek, ojek online, mas!"

"Bro, iki lho nonton tv sik, mari ngono, upacara penyerahan piala iki lho. mbolang ae," goda saya kepada anak ojek pengkolan di Terminal Bungurasih itu!

Anaknya hanya ngakak saja. Lalu berteriak kepadaku "Siapa kita. Mas Agus!"

"Lha, awak mu, kan Parmin to?"

Kegembiraan itu mengundang kebahagiaan lainya datang silih berganti. Akhirnya si Parmin, dapat orderan yang sedari tadi sudah diharapkannya. Antar penumpang ke Bratang. "Tapi, korek ku ojo di gowo bro. Iku luwih larang daripada rokok'e! Nek rokok e gowonen ae, aku mengko tuku maneh!"

"Tenane, mas Agus!"

"Iyo."

"Suwun mas Agus."

Si Parmin ojek pangkalan dapat berkat: dapat penumpang plus bungkus rokok garpit yang masih ada beberapa puntung rokok yang siap disulut. Dan aku pun segera harus pulang ke Rungkut.

"Mulih sik bro!"

"Siap Mas Agus."

Dan bus-bus besar baik dari dalam kota dan luar kota silih bergantian masuk Terminal. Dan untuk kesekian kali aku juga harus masuk Terminal yang sama, buat parkir kuda terbang ku, dan lalu aku ambil kembali.

Hidup memanglah tidak abadi. Selalu saja berubah. Sebentar senang sebentar susah. Berangkat kerja ke Pasuruan saat siang lalu pulang saat malam. "Lalu terus kenapa mas AAS?"

Mau kasih tahu kepada diri ku sendiri, segera pulang, mandi air panas, lalu bobok. Karena sudah dapat pesan dari istri," Kok belum pulang say?"

"Otw say!" Dari tadi kok otw terus, mungkin itu pikiran istriku. Tapi saya benar-benar akan pulang setelah tulisan ini kelar, lalu saya share kepada anda. Sepertinya kasur juga bantal dan guling, lebih saya butuhkan sekarang daripada yang lainnya! "Siapa kita?" INDONESIA...