Bahtiyar Bantah Penghargaan dari Pemkot untuk Meredam Isu Gerindra Akan Gulung PDIP di 2029

Reporter : -
Bahtiyar Bantah Penghargaan dari Pemkot untuk Meredam Isu Gerindra Akan Gulung PDIP di 2029
Bahtiyar Rifai, dok Jatimupdate.id/Aam

Surabaya,JatimUPdate.id - Pimpinan DPRD Surabaya, Bahtiyar Rifai, membantah jika penghargaan dari Pemkot Surabaya di momen HJKS ke-732 untuk meredam isu Gerindra yang berpotensi menggulung PDIP Surabaya pada Pemilu 2029 mendatang.

Isu itu mencuat usai PDIP Surabaya dilanda ganasnya konflik internal yang berbuntut pencopotan Adi Sutarwijono dari kursi ketua umum.

Baca Juga: Apresiasi Purabaya-Kenpark Lewat Tol, Eri Irawan Dukung Kembali Pakai Bus

"Tidak ada hubungannya," dalih Bahtiyar, saat dikonfirmasi Jatimupdate.id, Minggu (1/6).

Sekretaris DPC Gerindra Surabaya ini menjelaskan, penghargaan dari Pemkot atas peran aktifnya mendukung pemerintahan Eri Cahyadi dan Armuni untuk pembangunan kota Surabaya

Selain itu, urai dia pimpinan DPRD lainnya juga mendapatkan penghargaan termasuk Forkompinda, dan BPN

"Selain saya banyak dapat, pimpinan DPRD lainnya juga dapat termasuk Forkompida (polres, kejaksaan) ada juga BPN dll, penghargaan itu atas peran aktifnya dalam mendukung pelaksanaan pembangunan Kota Surabaya," beber dia.

Baca Juga: BPJS Nonaktif Tanpa Pemberitahuan, Warga Miskin Terancam Gagal Operasi

Maka dari itu, Bahtiyar berharap HJKS ke-732, Surabaya dapat berbenah, tambah hebat dan tumbuh semakin kuat.

"Terus berbenah atau upgrading agar surabaya tambah hebat dan tumbuh semakin kuat," demikian Bahtiyar Rifai.

Sementara Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengajak seluruh warga Surabaya meningkatkan gotong royong, dan mempererat kekeluargaan.

Baca Juga: DPRD Surabaya Soroti Dinamika Normalisasi Sungai Kalianak Tahap II

Menurutnya, tanpa dukungan dan kebersamaan kota Pahlawan tidak bisa menuntaskan berbagai persoalan. Seperti kemiskinan, pengangguran, stunting, hingga anak putus sekolah. 

“Saya matur nuwun kepada seluruh elemen yang ada di Kota Surabaya. Apakah itu pengusahanya, apakah itu warganya, ataukah perguruan tingginya dan semua elemen. Karena dengan kebersamaan ini kemiskinan Surabaya turun menjadi 3,9 persen terendah sejak sebelum masa Covid 19, kita lebih rendah hari ini. Pengangguran terbuka terendah karena hari ini kita mencapai 4,91 persen, bahkan stunting kini menjadi 1,6 persen,” kata Eri. (Roy)

Editor : Yuris. T. Hidayat