Saya Punya Teman Masih Muda Sudah Jadi Guru Besar

oleh : -
Saya Punya Teman Masih Muda Sudah Jadi Guru Besar
Prof Asep Awaludin Prihanto

CATATAN MAS AAS

#Tulisan ini saya pahat khusus, buat saya dedikasikan bagi anak muda yang luar biasa Asep Awaludin Prihanto#

"Pemimpin sejati tidak butuh memimpin, ia lebih senang menunjukkan arah." (Henry Miller)

Puncak karir seorang dosen adalah menjadi seorang Guru Besar, menjadi seorang Profesor. Bukan Rektor, Dekan, Kajur, dan juga Kaprodi! Tetapi, kalau pun dipercaya dan menerima amanah itu why not!

Jabatan Guru Besar. Adalah menjelaskan dan menerangkan: sebuah keseriusan, keteguhan, dan ketekunan, seorang dosen berproses, bekerja, juga berdoa, dalam segenap nafas di dalam hidupnya semenjak dirinya memilih jalur profesi sebagai seorang pendidik!

Adalah seorang anak muda yang bernama Asep Awaludin Prihanto kelahiran medio 80-an setahu saya. Kemarin, tepatnya pagi pukul 09:00 tepat acara pengukuhan sebagai Guru Besar di bidang ilmu perikanan dilakukan. Karpet merah dari UB sepenuhnya dibuat, diperuntukkan untuk mengapresiasi dan menghargai setinggi-tingginya atas pencapaian yang sudah berhasil dilakukan. UB sebagai salah satu kampus terbaik di Indonesia, pagi ini benar-benar bahagia. Acara pengukuhan Guru Besar ini layak untuk diterima dengan ucapan dan sujud syukur ke Sang Illahi Robbi, oleh kita semua sebagai anak bangsa di negeri ini!

Sebentar lagi detik-detik acara formal, perayaaan dan pengukuhan Guru Besar itu akan dimulai. Meski saja secara informal, anak muda dari kota Jombang ini sangat layak menyandang gelar sebagai Profesor. Ia, tekun menulis, meneliti, mengabdi, juga mengajar, mewakafkan hidupnya sepenuh hati sebagai seorang dosen di Fakultas Perikanan UB.

Profesor Asep Awaludin Prihanto. Sekali lagi mengkonfirmasi sebuah kebenaran tentang masa depan sebuah peradaban juga bangsa adalah di tangan juga pundak pemuda. Sejarah dan seluruh tinggalan peradaban yang berupa: syair, artefak, dan foklor cerita rakyat menjelaskannya dengan apik soal itu.

Tinggal kita sekarang, mau bersikap bagaimana melihat keberhasilan dan pencapaian anak muda dari Jawa Timur ini. Apa kita, saya juga Anda cukup merasa senang saja, punya teman yang hebat, atau menjadi pemicu motivasi, buat saya juga Anda semua juga bisa melakukan hal yang sama bahkan lebih. Dan semuanya itu kita dedikasikan bagi keagungan dan kebesaran Ibu Pertiwi. Kalau Anda memilih opsi kedua sebagai pilihan Anda, saya yakin seribu prosen mestakung semesta mendukung akan terjadi, dan tidak saja negeri ini yang bahagia, Tuhan yang memberi ijin untuk Anda lahir juga hidup di bumi ini, tentu juga akan tersenyum bahagia! Tunggu apa lagi, mikir apa lagi, AKSI hebat Anda sudah ditunggu oleh semesta ini.

Prof. Asep adalah seorang suami dari seorang istri, yang namanya Royani Liza Hayati, dan juga ketiga anak anaknya. Adalah seorang manusia yang memberi contoh kepada kita: hidup yang tak diperjuangkan tak dapat dimenangkan. Memang layak kita sematkan bahwa sosok Prof. Asep Awaludin Prihanto, adalah seorang Sutan Sjahrir baru dari UB, untuk kemajuan Indonesia di masa depan! Bukan berlebihan kalau penulis menyamakan sosok Prof. Asep dengan salah satu pemuda hebat pada jaman awal kemerdekaan, juga pada awal negeri ini mau dibentuk, dibangun, juga didirikan! Karena fakta sudah berbicara. Kalau Anda protes tidak aple to aple perbandingannya, apa layak dan sepadan kalau Prof. Asep saya bandingkan dengan Anda atau malahan saya, yang hanya seorang tukang ojek online saja, yang pagi ini sedang berdoa agar dapat orderan pertamanya saat mangkal di markas besarnya Taman Bungkul Surabaya.

Proud of You, Prof Asep..