Turnamen Domino #AkuKoncomu Cup, Ajang Silaturahmi Sekaligus Peluncuran Komunitas Sosial

Reporter : -
Turnamen Domino #AkuKoncomu Cup, Ajang Silaturahmi Sekaligus Peluncuran Komunitas Sosial
Turnamen domino bertajuk #AkuKoncomu Cup, dok jatimupdate.id/Nwi

Surabaya, JatimUPdate.id – Turnamen domino bertajuk #AkuKoncomu Cup digelar di Rolag Cafe, Jalan Kayun, Surabaya, Sabtu (14/6). Ajang ini tak sekadar kompetisi, tetapi juga peluncuran resmi komunitas sosial AkuKoncomu, yang digagas anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya dari Fraksi Gerindra, Azhar Kahfi.

Bekerja sama dengan Persatuan Olahraga Domino Indonesia (PORDI) Jawa Timur, turnamen perdana ini diikuti 256 pemain dari berbagai kota/kabupaten di Jatim, termasuk peserta dari Bekasi.

Baca Juga: Apresiasi Purabaya-Kenpark Lewat Tol, Eri Irawan Dukung Kembali Pakai Bus

Kahfi menyebut, turnamen domino dipilih sebagai simbol awal perjalanan komunitas karena sarat makna.

“Domino itu bukan soal menang atau kalah. Ini soal bagaimana saling mengerti dan memberi ruang. Nilai-nilai itulah yang menjadi dasar AkuKoncomu,” ungkapnya.

Politisi muda Gerindra itu menegaskan, komunitas yang dirintisnya tumbuh dari semangat gotong royong dan kepedulian antarwarga. Turnamen ini, menurutnya, hanya pintu awal untuk membangun jejaring silaturahmi lebih luas di masyarakat.

“Yang utama bukan hadiahnya. Ini soal ketemu, bersapa, dan saling dukung. Kami berharap ini jadi agenda rutin: Cup kedua, ketiga, dan seterusnya,” tegas Kahfi.

Peserta datang dari berbagai wilayah: Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Mojokerto, Bondowoso, Situbondo, Madiun, hingga Bekasi. Bondowoso tercatat mengirim peserta terbanyak 38 pasangan, disusul Surabaya dengan 25 pasangan.

Total hadiah yang disediakan mencapai Rp35 juta. Rinciannya: Juara I Rp9 juta, Juara II Rp7 juta, Juara III Rp5 juta, Juara IV Rp4 juta, dan Juara V–XVI masing-masing antara Rp750 ribu hingga Rp1 juta, ditambah sertifikat prestasi.

Baca Juga: BPJS Nonaktif Tanpa Pemberitahuan, Warga Miskin Terancam Gagal Operasi

Namun Kahfi menegaskan, hadiah bukan tujuan utama. Ia lebih menyoroti aspek edukatif dan sosial dari permainan domino.

“Ini alternatif kegiatan positif. Domino itu strategi. Ada logika, ada komunikasi. Ini bisa jadi sarana belajar sekaligus silaturahmi. No judi, prestasi yes!” tandasnya.

Ketua PORDI Jawa Timur, Muhammad Alyas, yang turut hadir, mengapresiasi inisiasi ini. Menurutnya, domino adalah salah satu cabang olahraga yang efektif mempererat persaudaraan di akar rumput.

“Tidak banyak olahraga yang bisa menyatukan orang lintas usia dan latar belakang. Domino itu salah satunya,” ujarnya.

Baca Juga: DPRD Surabaya Soroti Dinamika Normalisasi Sungai Kalianak Tahap II

Alyas bahkan mendorong pembentukan gardu-gardu komunitas AkuKoncomu di tingkat kecamatan dan kelurahan.

“Kalau tiap kecamatan punya gardu domino, jaringan sosial kita akan makin kuat. Surabaya punya 31 kecamatan, 163 kelurahan. Potensinya luar biasa,” jelasnya.

Turut hadir dalam pembukaan turnamen: Ketua PORDI Surabaya Ismail, Ketua PORDI Gresik, serta perwakilan dari Polda Jatim yang menurunkan lima pasangan atlet domino. (*Roy)

Editor : Ibrahim