Belajar Kesiapsiagaan Sejak Dini, Siswa SD Plus Al Ishlah Bondowoso Ikuti Simulasi Kebakaran
Bondowoso, JatimUpdate.id, — Sirine meraung memecah pagi SD Plus Al Ishlah Bondowoso, Senin (16/6/2025). Di bawah langit cerah, ratusan siswa kecil berbaris rapi.
Baca Juga: BREAKINGNEWS: Jembatan Sukowiryo di Jalan Mastrip Bondowoso Ambrol Satu Sisi, Akses Dibatasi Ketat
Mereka bukan sekadar berbaris untuk upacara, melainkan bersiap menghadapi pengalaman belajar yang tak biasa, simulasi pemadam kebakaran.
Lebih dari 200 siswa bersama guru mengikuti kegiatan edukasi keselamatan kebakaran yang digelar sekolah.
Menggandeng Pemadam Kebakaran Kabupaten Bondowoso, mereka diajak mengenal bahaya api, memahami pencegahannya, hingga belajar bagaimana menyelamatkan diri ketika bencana benar-benar terjadi.
"Kami ingin meningkatkan kesadaran dan pengetahuan anak-anak tentang bahaya kebakaran dan cara pencegahannya," ujar Azhar Muhammad, Waka Humas SD Plus Al Ishlah Bondowoso.
Menurutnya, pengenalan bahaya kebakaran tidak hanya mengajarkan teori, tetapi juga membekali siswa dengan keterampilan praktis saat menghadapi kondisi darurat.
"Anak-anak juga dilatih untuk tahu cara menghubungi nomor darurat, melakukan evakuasi, hingga bagaimana bersikap cepat dan tepat saat kebakaran terjadi," jelasnya.
Tak hanya itu, Azhar berharap dari kegiatan ini muncul agen-agen keselamatan di lingkungan sekitar.
"Mereka diharapkan bisa ikut mempromosikan keselamatan, baik di rumah, sekolah, maupun di masyarakat," tambahnya.
Pegang Selang, Hadapi Tekanan Tinggi
Kegiatan dimulai tepat pukul 08.00 WIB. Petugas Damkar memperkenalkan beragam peralatan pemadam, mulai dari pakaian pelindung, helm keselamatan, hingga kendaraan operasional.
Baca Juga: Retribusi Administrasi Dihapus, Raperda Pajak Baru di Bondowoso Permudah Layanan Publik
Mata siswa berbinar, sebagian terlihat tak sabar ingin mencoba.
Puncak antusiasme terjadi ketika sesi praktik pemadaman dimulai. Sejumlah siswa dengan bimbingan petugas mencoba memegang selang air bertekanan tinggi.
Ada yang sempat mundur, ada pula yang malah tertawa geli saat air menyembur kuat.
"Awalnya aku takut karena airnya kencang sekali. Tapi setelah dicoba, ternyata seru banget," ujar Dafa Ibnu, siswa kelas 3, sambil tersenyum lega.
Water Party Penutup yang Penuh Tawa
Setelah sesi praktik serius, kegiatan diakhiri dengan water party. Di bawah guyuran air dari selang pemadam, para siswa berlarian bebas. Tawa riang dan sorak-sorai memenuhi lapangan, menjadikan simulasi kebakaran ini tak hanya sarat pelajaran, tapi juga menyenangkan.
Baca Juga: Bupati Bondowoso Resmi Buka Festival Ramadhan 2026, Dorong Ekonomi Rakyat dan Pelestarian Budaya
Jamali, petugas Damkar Bondowoso yang memimpin simulasi, menilai edukasi semacam ini sangat efektif untuk anak-anak.
"Kesiapsiagaan bukan soal usia. Justru sejak dini anak-anak harus dibiasakan memahami risiko bencana, melatih keberanian, dan mengetahui langkah penyelamatan diri," terangnya.
Melalui kegiatan ini, SD Plus Al Ishlah Bondowoso menunjukkan komitmennya dalam memberikan pendidikan yang tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga pada keterampilan hidup.
Kesiapsiagaan menghadapi bencana, seperti kebakaran, menjadi bekal penting bagi siswa dalam menjaga keselamatan diri dan orang-orang di sekitarnya.
Simulasi yang berlangsung hingga pukul 09.30 WIB itu memberi pelajaran penting, bahwa kesiapsiagaan tidak harus selalu serius. Lewat pengalaman langsung, anak-anak bisa memahami pentingnya menjaga keselamatan, sambil tetap menikmati masa kecil mereka. (ries/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat