BUMDesa, Koperasi Desa, dan MBG Menjadi Instrumen Ekonomi Kerakyatan Pengentasan Kemiskinan Desa
Dau, Malang, JatimUPdate.id — Dalam kunjungan kerjanya selama dua hari (Kamis-Jumat, 26-27/06/2025) ke Kabupaten Malang, Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, mengajak warga desa dan para pemangku kepentingan desa untuk silaturahmi dan berdialog langsung, pada Kamis (26/6/2025).
Baca Juga: Pemerintah Atur Ritel Modern, Fokus pada Penguatan Koperasi Desa
Acara yang berlangsung malam hari ini dikemas dalam format “Ngopi” (Ngobrol Bareng Pak Menteri) dan diadakan di Pendopo Balai Desa Kucur, Kecamatan Dau.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Penasehat Menteri Prof Zainuddin Maliki, Dirjen PDP Nugroho Sertijo Nagoro, Stafsus Menteri Desa, Bupati Malang, Kadis DPMD Kabupaten Malang, PLT Camat Dau Tetuko Luhur Setyo Bathoro, Kordinator Provinsi TPP Jawa Timur Maghfuri, TAPM dan PD-PLD tim TPP Kabupaten Malang, Kepala Desa Se Kecamatan Dau, BPD, dan Pegiat BUMDesa dan Koperasi Desa Merah Putih.
Di tengah suasana yang santai, Yandri Susanto menjelaskan agenda pemerintah terkait pengendalian kemiskinan di desa.
Menteri Desa PDT menekankan bahwa saat ini pemerintah memiliki tiga instrumen utama yang menjadi nafas perekonomian negara bersendikan prinsip ekonomi kerakyatan yang oleh Presiden Prabowo Subianto difungsikan untuk program utama pengentasan kemiskinan khususnya kemiskinan ekstrim, yaitu Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa), Koperasi Desa Merah Putih, dan Program Makan Bergizi Gratis.
“Kita perlu melihat desa sebagai locus utama atau andalan utama dalam membangun negara. Asta cita ke-6 Presiden Prabowo Subianto tertera jelas yaitu membangun Indonesia dari desa, mesti menjadi konsen kita bersama” ujar Yandri.
Menteri Desa PDT menegaskan bahwa perekonomian negara kedepan seyogyanya harus berputar di desa untuk mengatasi kemiskinan yang ada.
Yandri menambahkan, BUMDesa dan Koperasi Desa mesti berkolaborasi dan akan menjadi alat penting dalam upaya pengentasan kemiskinan.
“Pak Prabowo Subianto tidak ingin ada lagi kemiskinan di desa. Tiga instrumen ini akan menjadi alat utama di Desa dalam pengentasan kemiskinan,” lanjutnya.
Menteri Desa PDT juga menyatakan bahwa banyak potensi desa yang dapat dimanfaatkan untuk mengatasi isu kemiskinan.
Dengan memanfaatkan ketiga instrumen tersebut, desa memiliki peluang untuk menjadi sejahtera dan mandiri.
“Saya sudah melihat potensi Malang, ada beberapa produk pertanian desa yang bisa menjadi komoditas ekspor. Saya berharap peluang ini bisa ditangkap oleh desa, yang dapat berkolaborasi dengan lembaga pemerintahan, termasuk Kementerian Desa dan Daerah Tertinggal,” ungkapnya.
Baca Juga: Mendes Dorong Pertumbuhan Kopdes, Minimarket Diminta Stop Ekspansi
Ketahanan Pangan Desa Dan Desa Tematik Jeruk
Keesokan harinya, setelah berdialog dengan warga, pengurus BUMDesa, dan pemerintahan desa, Yandri Susanto meninjau lokasi program ketahanan pangan di Desa Kucur.
Seperti diketahui sesuai pantauan Redaksi JatimUPdate.id, Desa Kucur, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang memiliki program pengembangan ketahanan pangan yang memanfaatkan tanah kas desa di lereng Gunung Putri.
Saat ini, aset desa seluas 11 hektarare tersebut digunakan untuk pertanian tanaman jeruk.
Pemerintah Desa Kucur sedang menanam beberapa jenis jeruk premium yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
“Tantangan kami saat ini adalah pupuk untuk tanaman jeruk dan air untuk mengairi lahan pertanian. Semoga dengan kunjungan pak menteri ke desa, kami mendapatkan perhatian dari pemerintah, sehingga Desa Kucur bisa terus mendukung Asta cita presiden tentang ketahanan pangan desa,” kata Abdul Karim, Kepala Desa Kucur, Kecamatan Dau.
Baca Juga: Pemerintah Pastikan Dana Desa untuk Kopdes Merah Putih Tak Ganggu Pembangunan Desa
Kades Kucur, Abdul Karim menyatakan kegembiraannya dengan adanya kunjungan Menteri Desa PDT beserta rombongan yang berkenan bermalam, bahkan menunaikan sholat subuh berjamaah.
"Ini sangat suprise sekali ada Menteri beserta rombongan berkenan bermalam di gubuk kami di Desa Kucur. Menjadi membanggakan karena Pak Yandri [Yandri Susanto/Mendes PDT], bersama rombongan menyempatkan berdialog dan dhahar malam kembulan bersama di pendopo desa. Selain itu berkenan menghabiskan malam akhir tahun hijriyah di tlatah bumi Desa Kucur," kata Abdul Karim dengan sangat bangga didampingi Sangaji, Ketua BPD Desa Kucur yang tokoh Muhammadiyah Pulau Alor Nusa Tenggara Timur itu kepada redaksi JatimUPdate.id Jumat (27/06/2025).
Sementara itu Sangaji selaku Ketua BPD Desa Kucur sangat mengapresiasi terhadap keterlibatan pendamping desa dalam menyambut kehadiran Mentri desa. "Kami selaku warga Desa Kucur di malam 1 Muharram 1447 Hijriyah ini merasa mendapatkan keberkahan yang luar biasa ada orang kepercayaan Pak Presiden Prabowo Subianto, Pak Menteri Desa berkenan menghabiskan malam tahun baruannya di Desa Kucur. Maturnuwun Pak Presiden, Maturnuwun Pak Yandri," kata Sangaji.
Sangaji yang juga tokoh Muhammadiyah berasal Dari Alor Nusa Tenggara Timur itupun dengan sangat ringan tangan memfasilitasi Koordinator Pendamping Desa Jawa Timur dan TPP kabupaten Malang bisa bermalam di rumahnya.
"Pendamping Desa adalah garda depan program Asta Cita Keenam Pak Presiden Prabowo yang mesti kita selaku warga desa membantunya agar kerja-aktivitas pendanpingannya bisa berjalan lancar tanpa hambatan," ungkap Sangaji.
Sebagai informasi tambahan, pemerintah saat ini mewajibkan penggunaan Dana Desa minimal 20% untuk ketahanan pangan desa. Hal ini diharapkan dapat memperkuat upaya pembangunan dan ketahanan pangan di seluruh desa di Indonesia. (dek/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat