Jawab Krisis Hunian di Surabaya Cak YeBe Usul Pasar Tradisional Disulap Jadi Rusun Terpadu
Surabaya, JatimUPdate.id – Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko atau yang akrab dipanggil Cak YeBe menyebut krisis hunian di Kota Pahlawan sudah masuk kategori darurat.
Ia menilai, 23 rumah susun sederhana sewa (rusunawa) yang disiapkan Pemkot tak mampu mengimbangi antrean pendaftar yang kini tembus 14 ribu lebih.
Baca Juga: Apresiasi Purabaya-Kenpark Lewat Tol, Eri Irawan Dukung Kembali Pakai Bus
“Angka ini menandakan kebutuhan rusun di Surabaya sudah sangat mendesak. Harus ada pendekatan baru,” tegas Cak YeBe, Kamis (10/7).
Sebagai solusi, politisi Gerindra itu mengusulkan pembangunan rusun terpadu dengan pasar tradisional.
Ia mencontohkan konsep Pasar Rumput di Jakarta yang menyatukan tiga lantai pasar dan hunian sebanyak 1.984 unit di atasnya.
“Model seperti Pasar Rumput bisa kita tiru. Pasar di bawah, rusun di atas. Efisien dan tetap hidup,” bebernya.
Cak YeBe menyebut revitalisasi beberapa pasar besar seperti Keputran, Tambakrejo, hingga Wonokromo bisa jadi prioritas.
Ia menyinggung konsep serupa yang sudah dilakukan di Tambakrejo, tempat berdirinya Kaza Mall dan Hotel Palm Park di atas area pasar.
Baca Juga: BPJS Nonaktif Tanpa Pemberitahuan, Warga Miskin Terancam Gagal Operasi
“Kalau kita perbanyak model begini, pasar tidak mati karena penghuni rusun otomatis jadi pelanggan. Dampaknya juga bagus untuk perputaran ekonomi warga,” jelasnya.
Menurut Cak YeBe, keterbatasan lahan di tengah kota membuat solusi hunian vertikal tak bisa dihindari. Konsep rusun terpadu dengan pasar menjadi opsi konkret dan relevan untuk diterapkan segera.
“Keputran itu contoh riil. Bisa kita dorong jadi pilot project,” imbuhnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam menyukseskan program ini. Sebab, pembangunan tak bisa dibebankan sepenuhnya ke pundak Pemkot.
Baca Juga: DPRD Surabaya Soroti Dinamika Normalisasi Sungai Kalianak Tahap II
“Pak Wali sudah bilang, beliau tidak bisa bangun Surabaya sendirian. Karena itu kami libatkan REI, Apersi, dan YKP dalam Pansus Hunian Layak. Perlu gotong royong,” ujarnya.
Selain soal teknis pembangunan, Cak YeBe juga menyinggung minimnya program Pemkot di sektor hunian.
Maka dari itu, ia mendorong agar insan pers lebih dilibatkan dalam diseminasi informasi soal pemanfaatan aset maupun program rusunawa.
“Programnya sudah bagus, tapi kurang dikenal publik. Di sinilah peran jurnalis dibutuhkan, ikut mengabarkan potensi-potensi yang ada,” demikian Yona Bagus Widyatmoko. (*/Roy)
Editor : Miftahul Rachman