BPBD Bondowoso Bentuk Desa Tangguh Bencana di Pejaten, Warga Dibekali Mitigasi dan Respons Darurat

Reporter : -
BPBD Bondowoso Bentuk Desa Tangguh Bencana di Pejaten, Warga Dibekali Mitigasi dan Respons Darurat
Kepala Desa Pejaten, Jonianto, menyampaikan sambutan dalam pembukaan pelatihan pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana) yang digelar BPBD Bondowoso, Minggu (13/7/2025), di Balai Desa Pejaten.

 

Bondowoso, JatimUPdate.id, – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso resmi membentuk Desa Tangguh Bencana (Destana) di Desa Pejaten, Kecamatan Bondowoso.

Baca Juga: Warga RT 08 Sumber Ayu Pejaten Gelar Pawai Ta’aruf, Hadroh dan Kesenian Semarakkan Sambut Ramadan 1447 H

Program ini ditandai dengan dimulainya pelatihan tanggap bencana yang digelar sejak Minggu, 13 Juli 2025, dan akan berlangsung hingga Rabu, 16 Juli 2025, di aula Kantor Desa Pejaten.

Sebanyak 30 peserta dari berbagai unsur, mulai dari perangkat desa, kader kesehatan, relawan, hingga masyarakat umum, mengikuti pelatihan intensif seputar mitigasi bencana, evakuasi darurat, serta teknik pertolongan pertama.

Sekretaris BPBD Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, mengatakan pembentukan Destana merupakan upaya konkret untuk membangun kesiapsiagaan masyarakat sejak dini.

"Masyarakat adalah pihak pertama yang berada di lokasi saat bencana terjadi. Kami ingin mereka mampu memberikan respons awal secara mandiri sebelum bantuan dari luar datang," ujarnya saat membuka acara.

Turut hadir dalam kegiatan ini Camat Bondowoso Rahmatullah, Kepala Desa Pejaten Junianto, Fasilitator dari BPBD Provinsi Jawa Timur Indar Siswoyo, serta Kapolsek dan Koramil Bondowoso.

Kades Pejaten, Jonianto, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program ini di desanya. Menurutnya, meski selama ini Desa Pejaten berada dalam zona aman, kewaspadaan tetap harus dibangun.

Baca Juga: Dibuka Anggota Dewan, BPBD Jatim Awali Kegiatan SPAB 2026 di SMAN 1 Dawarblandong Kab. Mojokerto

"Pelatihan ini memberi bekal ilmu, pengalaman, dan keterampilan bagi warga kami agar siap jika terjadi bencana di kemudian hari," katanya.

Camat Bondowoso, Rahmatullah, menekankan bahwa pembentukan Destana bukan hanya soal penanganan saat bencana, tapi juga kesiapan mental dan pemahaman masyarakat dalam mengelola risiko sejak awal.

"Walau tidak ada bencana di wilayah kita, kita harus siap jika sewaktu-waktu diminta membantu daerah lain. Maka pelatihan ini sangat penting," jelasnya.

Fasilitator dari BPBD Provinsi, Indar Siswoyo, menyebut program ini juga bertujuan menumbuhkan kapasitas masyarakat agar dapat melakukan pemulihan pascabencana secara mandiri.

Baca Juga: Komisi VIII DPR RI Apresiasi Sarana Edukasi Bencana dan Kendaraan Command Center BPBD Jatim

"Sinergi antara pemdes, tokoh masyarakat, organisasi lokal, dan warga sangat dibutuhkan. Semua potensi desa harus bersatu jika bencana terjadi," tegasnya.

Salah satu peserta, Harianto, Ketua RT 8 Desa Pejaten, mengaku antusias mengikuti pelatihan ini.

"Kegiatan ini sangat bermanfaat. Kami jadi lebih siap dan tahu apa yang harus dilakukan jika bencana datang. Maju terus Pejaten!" katanya semangat.

Langkah BPBD Bondowoso ini sejalan dengan visi daerah dalam membangun masyarakat yang tangguh, unggul, dan mandiri. Dengan terbentuknya komunitas Destana, warga tidak lagi menjadi objek bantuan, tetapi subjek aktif dalam upaya pengurangan risiko bencana. (ries/yh)

Editor : Yuris. T. Hidayat