Ketua PKL Ki Ronggo Bondowoso Minta Pemkab Serius Bina UMKM, Tak Hanya Seremonial
Bondowoso, JatimUPdate.id, – Ketua Paguyuban PKL Ki Ronggo Bondowoso, Mujiati, menyampaikan harapannya kepada Pemerintah Kabupaten Bondowoso agar lebih serius dalam membina pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Baca Juga: BREAKINGNEWS: Jembatan Sukowiryo di Jalan Mastrip Bondowoso Ambrol Satu Sisi, Akses Dibatasi Ketat
Menurutnya, selama ini banyak kegiatan yang digelar oleh pemerintah, namun cenderung bersifat seremonial dan belum memberikan dampak langsung bagi kemajuan usaha para pedagang kecil.
Ia berharap, pemerintahan baru di bawah kepemimpinan Bupati Ra Hamid dan Wakil Bupati Ra As’ad benar-benar serius dalam membangun UMKM secara berkelanjutan dan bukan hanya menjadikan pelaku usaha kecil sebagai pelengkap acara tahunan.
“Pembinaan sekarang ini masih dominan formalitas. UMKM butuh program konkret yang menyentuh langsung akar masalah seperti kualitas produk, inovasi, hingga strategi pemasaran,” kata Mujiati kepada wartawan, Sabtu (19/7/2025).
Ia mengingatkan, salah satu visi besar pasangan Rahmad (Ra Hamid–Ra As’ad) saat masa kampanye adalah menjadikan UMKM sebagai pilar utama ekonomi daerah. Namun implementasinya dinilai belum terlihat secara nyata.
“Visinya bagus, tapi kalau tidak segera diwujudkan dengan langkah nyata, hanya akan jadi slogan,” ujarnya.
Mujiati mengapresiasi pelibatan pelaku usaha dalam Festival Muharram yang baru digelar. Menurutnya, kegiatan semacam itu perlu dikawal dengan tindak lanjut dan bukan berhenti sebagai event sesaat.
Baca Juga: Retribusi Administrasi Dihapus, Raperda Pajak Baru di Bondowoso Permudah Layanan Publik
“Alhamdulillah pendapatan teman-teman naik. Tapi jangan sampai pembinaan hanya lewat event. Harus ada kelanjutan dan pendampingan,” ucapnya.
Menurutnya, masih banyak pelaku UMKM yang belum memahami manajemen bisnis modern, pemasaran digital, hingga inovasi produk.
“Banyak yang stagnan karena tidak tahu bagaimana mengembangkan usaha. Pemerintah harus hadir di situ, bukan cuma mendata atau membagikan stan,” tegasnya.
Ia juga menyoroti aspek legalitas dan perizinan yang masih minim pendampingan, serta akses pembiayaan yang belum optimal.
Baca Juga: Bupati Bondowoso Resmi Buka Festival Ramadhan 2026, Dorong Ekonomi Rakyat dan Pelestarian Budaya
“Kalau pendataan saja yang jalan, tanpa pendampingan dan solusi, UMKM akan tetap jalan di tempat,” katanya.
Mujiati berharap pemerintah benar-benar membangun ekosistem yang berpihak pada UMKM, tidak hanya melalui seremoni, tapi lewat program yang berkelanjutan, kolaboratif, dan inovatif.
“Kalau hanya jualan itu-itu saja di event, orang luar tak akan tertarik. Harus ada inovasi, sinergi, dan program lanjutan yang jelas,” pungkasnya. (ries/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat