Dampak Krisis BBM Meluas, Bupati Jember: Kalau Perlu Kami Layangkan Surat Protes

Reporter : -
Dampak Krisis BBM Meluas, Bupati Jember: Kalau Perlu Kami Layangkan Surat Protes
Keterangan Gambar: Bupati Jember Muhammad Fawait, didampingi Pimpinan DPRD Kabupaten Jember dan TP3D Kabupaten Jember saat konferensi pers tanggapi Krisis BBM

Jember, JatimUpdate.id - Seperti efek Domino, krisis BBM yang sedang melanda Jember, dampaknya meluas, mulai pedagang, ambulance, hingga kesulitan pelajar berangkat ke sekolah.

Krisis BBM itu dampak dari ditutupnya Jalan Gumitir, yang biasa digunakan sebagai lintas Jember Banyuwangi, menyebabkan terjadinya kemacetan arus lalu lintas dari arah Banyuwangi, Situbondo menuju arah Jember.

Baca Juga: Safari Ramadan MW KAHMI Jatim Dimulai dari Jember, Konsolidasi Sekar Kijang Sambut Regenerasi 2026

"Sebenarnya bukan tidak ada BBMnya, hanya tertunda akibat kemacetan arus lalu lintas," ujar Bupati Jember Muhammad Fawait, saat konferensi pers, di Gedung DPRD Kabupaten Jember, pada Senin (28/07/2025) malam.

Saat melakukan konferensi pers, Gus Fawait ditemani sejumlah pimpinan DPRD Jember dan anggota TP3D Kabupaten Jember.

Gus Fawait menyakinkan bahwa Pemkab Jember bersama DPRD Kabupaten Jember, berkomitmen menanggulangi permasalahan tersebut.

"Kami yang berada didepan ini, berkomitmen untuk segera menanggulangi permasalahan ini," katanya.

Saat mengadakan Program Bunga Desaku di Kecamatan Ambulu, kata Gus Fawait, pihaknya sudah mengadakan rapat koordinasi bersama Pertamina Jember.

"Kami minta kepada Pertamina untuk segera memberikan bantuan pasokan BBM," katanya.

Pihak Pertamina sudah melakukan langkah penanganan, dengan meminta bantuan dari Depo Malang dan Surabaya.

"Bahkan armadanya juga didatangkan tambahan dadi Solo," kata Gus Fawait.

Kehadiran ketersediaan BBM untuk Ambulance, Gus Fawait memberikan jaminan bahwa BBM untuk Ambulance sudah ada jaminan aman.

"Untuk Ambulance, menjadi prioritas, ketersediaan BBM nya aman. Apalagi, untuk kasus yang urgen, sakit dan sebagainya," tegasnya.

Adanya fenomena oknum tengkulak yang memanfaatkan situasi, untuk mencari keuntungan, Pemkab Jember sudah melakukan koordinasi dengan pihak Kepolisian.

"Kita akan terus pantau bersama pihak kepolisian," katanya.

Untuk menangani proses belajar siswa, Bupati Jember menginstruksikan agar proses pembelajarannya dilakukan secara daring.

Baca Juga: Abdul Mu’ti: Pendidikan Tak Boleh Hanya Cetak Orang Pintar, Tapi Khalifah yang Memakmurkan Bumi

"Untuk pendidikan yang kewenangannya berada di Pemkab Jember, dapat dilakukan proses belajar secara daring," katanya.

Sedangkan untuk lembaga pendidikan yang berada dibawah kewenangan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Dinas Pendidikan Kabupaten Jember segera akan melakukan koordinasi.

"Malam ini, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember segera akan melakukan koordinasi bersama Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, yang membawahi SMA," ujarnya.

Karena terjadi panic buying, warga membeli lebih dari kebutuhannya, maka pihak Pertamina sudah melebihi dari quota biasanya. 

"Semoga realisasinya sesuai. Namun, akan terus kita pantau day to day," tegasnya.

Gus Fawait menegaskan, jiak memang diperlukan, pihaknya akan melayangkan nota protes atas penutupan jalan Gumitir.

"Karena dampaknya berefek kemana mana, walaupun OPD Pemkab Jember dan DPRD Kabupaten Jember kemarin, sudah menyatakan tidak setuju dengan penutupan jalan Jember Banyuwangi," tegasnya.

Meski, sebenarnya bukan kewenangan Pemkab Jember, namun Gus Fawait menegaskan akan terus mencarikan solusinya.

Baca Juga: Haedar Nashir: Bumi Harus Dimakmurkan Tanpa Dirusak, Ekoteologi Jadi Gerakan Muhammadiyah.

"Walaupun, kami mendapatkan informasi, malam ini di beberapa tempat sudah mulai terurai," katanya.

Bupati Jember meminta kepada awak media, untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat.

"Agar masyarakat tenang, tanpa ada plintir memlintir," tandasnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember Hadi Mulyono menegaskan akan segera melakukan koordinasi bersama Kemenag dan Kacabdin Provinsi Jawa Timur.

"Kita akan segera melakukan koordinasi bersama Kemeng dan Kacabdin Provinsi Jawa Timur, untuk siswa yang berada dibawah kewenangannya," Katanya.

Sedangkan untuk lembaga pendidikan yang berada di bawah kewenangan Pemkab Jember, Hadi Mulyono menegaskan agar mematuhi surat edaran Bupati Jember.

"Untuk lembaga pendidikan yang berada dibawah kewenangan Pemkab Jember, kami berharap mematuhi surat edaran Bupati," tutupnya. (MR) 

Editor : Miftahul Rachman