Malang Raya Siapkan Dana Rp13 Triliun untuk Jaringan Transportasi Skytrain

Reporter : -
Malang Raya Siapkan Dana Rp13 Triliun untuk Jaringan Transportasi Skytrain
Ilustrasi jaringan angkutan transportasi massal yang digagas menghubungkan Kota Malang, Kota Batu dan Kabupaten Malang

 

Malang, JatimUPdate.id – Pemerintah daerah di Malang Raya tengah menggalakkan rencana ambisius membangun skytrain sebagai moda transportasi modern yang menghubungkan tiga wilayah yakni Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu.

Baca Juga: Dari Pulau ke Kota, Khofifah Siapkan Akses Transportasi Tanpa Sekat

Proyek ini diharapkan menjadi infrastruktur strategis yang memudahkan mobilitas masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan kawasan metropolitan.

Kepala Bappeda Kabupaten Malang, Tomie Herawanto, mengungkapkan bahwa estimasi anggaran untuk ppembangunan jaringan transportasi masal skytrain ini mencapai sekitar Rp 13 triliun.

“Kebutuhan anggaran keseluruhan yang melintasi tiga daerah diperkirakan sebesar itu [Rp13 triliun],” ujar Tomie, Sabtu (2/8/2025).

Rencana pembangunan skytrain sebenarnya sudah mulai dibahas sejak masa Luhut Binsar Panjaitan menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.

Namun, pembahasan sempat terhenti akibat pandemi Covid-19 yang berlangsung selama empat tahun. Kini, setelah pandemi dinyatakan endemi, rencana ini kembali dimatangkan dan difokuskan untuk direalisasikan pada 2025.

“Kami sudah mendesain konektivitas antar tiga wilayah ini dari awal dan berharap proyek ini bisa segera diwujudkan,” tambah Tomie.

Menurut Tomie, jalur skytrain akan dimulai dari Kabupaten Malang, melintasi Kota Malang, hingga ke Kota Batu.

Masing-masing wilayah memiliki panjang jalur berbeda: 10 kilometer untuk Kabupaten Malang, 6 kilometer di Kota Malang, dan 8 kilometer di Kota Batu. Kabupaten Malang menjadi wilayah dengan lintasan terpanjang.

Rute ini juga akan mendekati Bandara Lanud Abdulrachman Saleh, menghubungkan area Pakis dengan Kota Malang dan Kota Batu, serta jalur putar dari Kota Malang ke Kepanjen.

Baca Juga: Integrasi Tarif Transportasi Masih Terkendala, DPRD: Segera Selesaikan Mekanisme Pembayaran

Tujuannya adalah memastikan konektivitas yang menyeluruh tanpa terputus antar tiga daerah tersebut.

Pemkab Malang telah mengajukan opsi pembiayaan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Namun, kepastian pola pembiayaan masih dalam proses pembahasan.

Tomie menegaskan bahwa ada opsi lain yang diajukan ke pemerintah pusat, yang bisa berupa pendanaan penuh dari pusat atau kombinasi dengan pola KPBU.

“Yang paling penting, tiga daerah sudah sepakat dan berkomitmen agar proyek ini bisa segera terwujud,” ujarnya.

Tomie menekankan bahwa keseriusan dan komitmen tiga kepala daerah di Malang Raya menjadi modal utama dalam mempercepat realisasi proyek ini.

Baca Juga: Eri Irawan Ungkap Dua Skema Integrasi Transportasi di Surabaya

Harapannya, pemerintah provinsi juga akan melihat kesungguhan tersebut dan mendukung percepatan pembangunan skytrain.

“Yang utama adalah bagaimana skytrain ini benar-benar menghubungkan tiga daerah di Malang Raya secara menyeluruh,” pungkas Tomie.

Proyek skytrain di Malang Raya merupakan langkah strategis dalam pembangunan infrastruktur transportasi yang modern dan terintegrasi.

Dengan anggaran sekitar Rp 13 triliun, proyek ini tidak hanya akan memperlancar mobilitas warga, tetapi juga memperkuat posisi Malang Raya sebagai wilayah megapolitan yang berkembang pesat.

Realisasi yang cepat dan dukungan lintas pemerintahan menjadi kunci suksesnya. (dek/yh)

Editor : Yuris. T. Hidayat