Bondowoso Siapkan Uji Kompetensi Kepala OPD Sebelum Mutasi dan Open Bidding

Reporter : -
Bondowoso Siapkan Uji Kompetensi Kepala OPD Sebelum Mutasi dan Open Bidding
Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, saat doorstop dengan kalangan jurnalis Bondowoso.

 

Bondowoso, JatimUPdate.id, - Pemerintah Kabupaten Bondowoso bakal menggelar uji kompetensi bagi seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebelum melakukan mutasi jabatan dan seleksi terbuka (open bidding) untuk eselon II.

Baca Juga: BREAKINGNEWS: Jembatan Sukowiryo di Jalan Mastrip Bondowoso Ambrol Satu Sisi, Akses Dibatasi Ketat

Langkah ini menjadi gebrakan Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, untuk memastikan penempatan pejabat sesuai kapasitas, kemampuan, dan minat kerja masing-masing.

“Eselon II akan ditempatkan sesuai kompetensi dan passion mereka. Tahapannya nanti akan kami sampaikan,” ujar Bupati Hamid usai puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2025 di Pendopo Raden Bagus Assra, Senin (11/8/2025).

Bupati Hamid menegaskan, pemetaan akan dilakukan dengan berbagai instrumen, mulai dari uji kompetensi hingga metode pendukung lainnya, agar penempatan pejabat benar-benar tepat sasaran.

Senada dengan itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Bondowoso, Fathur Rozi, mengatakan bahwa pelaksanaan open bidding saat ini masih menunggu izin dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Baca Juga: Retribusi Administrasi Dihapus, Raperda Pajak Baru di Bondowoso Permudah Layanan Publik

“Pengajuan sudah kami kirim, tinggal menunggu izin. Setelah itu baru kami proses,” ungkapnya.

Dari total 20 kepala perangkat daerah, seluruhnya akan menjalani uji kompetensi. Hasilnya akan menjadi dasar penempatan jabatan sekaligus bahan pertimbangan kebijakan berikutnya.

“Kami ingin Bondowoso bergerak lebih cepat dalam pembangunan,” tegasnya.

Baca Juga: Bupati Bondowoso Resmi Buka Festival Ramadhan 2026, Dorong Ekonomi Rakyat dan Pelestarian Budaya

Saat ini, terdapat 13 jabatan eselon II, 24 jabatan eselon III, dan 55 jabatan eselon IV yang masih kosong. Kekosongan ini terjadi lantaran selama masa Pilkada, posisi Bupati hingga Sekda dijabat oleh Pejabat (Pj).

“Tidak ada jabatan yang diutamakan. Uji kompetensi ini bukan sekadar menjawab pertanyaan, tetapi juga memaparkan gagasan agar potensi dan kemampuan pejabat terlihat jelas,” pungkas Sekda. (ries/mmt)

Editor : Miftahul Rachman