Golkar Soroti PTKL Serap 39 Persen Anggaran Pendidikan
Jakarta, JatimUPdate.id - Fraksi Partai Golkar DPR RI menyoroti pengelolaan Perguruan Tinggi Kementerian/Lembaga (PTKL) yang dinilai tidak efisien dalam struktur RAPBN 2026. Anggota Komisi X DPR RI Fraksi Golkar, Adde Rosi Khoerunnisa, menegaskan perlunya penataan ulang PTKL agar anggaran pendidikan benar-benar tepat sasaran.
Berdasarkan data APBN 2025, PTKL menyerap 39% anggaran fungsi pendidikan. Padahal, jumlah mahasiswa yang belajar di PTKL hanya sekitar 200 ribu. Jumlah ini jauh lebih sedikit dibandingkan mahasiswa di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang mencapai 3,9 juta, serta Perguruan Tinggi Swasta (PTS) sebanyak 4,4 juta.
Baca Juga: Golkar Tekankan Efektivitas Anggaran Pendidikan Rp757,8 Triliun RAPBN
“Penyelenggaraan PTKL saat ini tersebar di 24 kementerian dan lembaga dengan total 124 perguruan tinggi dan 892 program studi. Perlu penyederhanaan dan penataan sistem PTKL untuk memastikan tidak ada lagi pemborosan anggaran dan tumpang tindih kebijakan,” ujar Adde Rosi, Sabtu (16/8/2025).
Ia menegaskan, program studi umum yang tidak sesuai dengan mandat undang-undang harus dihapuskan.
“Jika dibiarkan, pengelolaan PTKL akan mengurangi efektivitas anggaran pendidikan dan tidak mendukung pemerataan kualitas pendidikan nasional,” tambahnya.
Meski demikian, Golkar tetap menyatakan dukungan penuh terhadap RAPBN 2026, khususnya alokasi Rp757,8 triliun untuk sektor pendidikan.
“Kami akan mengawal agar penggunaan anggaran tepat sasaran, terutama bagi kesejahteraan guru, dosen, dan peningkatan kualitas SDM,” pungkasnya (*)
Editor : Redaksi