“Pasukan Berani Mati” Betrayer, Lirik Keras yang Gugat Janji dan Usung Semangat Perlawanan

Reporter : -
“Pasukan Berani Mati” Betrayer, Lirik Keras yang Gugat Janji dan Usung Semangat Perlawanan
ilustrasi

Surabaya,JatimUPdate.id – Lagu Pasukan Berani Mati milik band thrash/death metal asal Jakarta, Betrayer, kembali mencuri perhatian ketika dibedah dari sisi literer. Meski lahir dari kancah musik underground 1990-an, liriknya masih terasa relevan hingga kini, terutama ketika bicara soal pengkhianatan janji dan keberanian massa menuntut keadilan.

Dalam bait awal, lagu ini dibuka dengan diksi yang langsung menghadirkan suasana getir: “Jerit tangis di balik pabrik, merengekkan harapan, s’ribu kepal maju tak gentar, menerjang kawat duri.” Barisan kata konkret seperti pabrik, kawat duri, air mata, darah membentuk imaji visual yang kuat, seolah pendengar menyaksikan langsung perjuangan keras di lapangan.

Baca Juga: Analisis Lirik “Tangguh” Kobe: Semangat Perlawanan dari Jiwa yang Tak Mau Tumbang

Dari segi gaya bahasa, Betrayer memasukkan metafora tajam, misalnya pada baris “aroma busuk takkan pernah tertutupi” yang menggambarkan kebusukan moral atau pengkhianatan yang tak bisa disembunyikan.

Penggunaan hiperbola seperti “s’ribu kepal maju tak gentar” mempertegas kekuatan kolektif rakyat. Nada imperatif juga tampak jelas dalam seruan “Tolong jawab janji-janji, jangan diam aku tak tahu!” yang terasa seperti desakan massa terhadap penguasa.

Meski tidak terikat pola rima tradisional, lirik ini tetap punya alur musikalitas melalui konsonansi di akhir larik, seperti janji – harga diri yang menjadi klimaks. Ritmenya pun tegas, dengan larik pendek yang cocok dipadukan dengan gebukan drum cepat dan riff gitar agresif khas Betrayer.

Secara tipografi, barisan lirik ditata sederhana namun memuncak pada baris terakhir: “Nyawaku cuma satu untuk bayar harga diri.” Larik penutup ini menjadi puncak emosional lagu sekaligus pesan utama: lebih baik mati daripada kehilangan kehormatan.

Bila ditarik ke ranah tema, Pasukan Berani Mati merepresentasikan semangat perlawanan terhadap pengkhianatan janji, keberanian massa menuntut hak, serta keteguhan mempertahankan harga diri meski nyawa jadi taruhannya. Nuansa marah, berani, dan heroik berpadu jadi satu dalam karya ini.

Baca Juga: Lucyana Li (Catatan yang Sempat Hilang) bagian III

Dengan demikian, Pasukan Berani Mati bukan hanya lagu metal keras, tetapi juga manifestasi kritik sosial yang melintasi zaman.

Melalui liriknya, Betrayer seakan mengingatkan harga diri manusia jauh lebih berharga daripada janji kosong.

Lirik Lengkap “Pasukan Berani Mati” – Betrayer

Baca Juga: Lucyana Li (Catatan yang Sempat Hilang) bagian II 

Jerit tangis di balik pabrik
Merengekkan harapan
S'ribu kepal maju tak gentar
Menerjang kawat duri
Air mata, tetesan darah
Belukar medan tempur
Lihat muka dengar kataku
Dimana janji yang telah kau ucap?

Jangan menghindar sembunyi di balik dinding
Aroma busuk takkan pernah tertutupi
Dekatlah sini sebelum murka berontak!
Takkan kukejar kalau sudah kau tepati
Karena akupun manusia...

Tolong jawab janji janji
Jangan diam aku tak tahu!
Nyawaku cuma satu untuk bayar harga diri. (Sumber lirik Kapanlagi.com)

Editor : Redaksi