PMII Perjuangan Unitomo: Peredaman Live TikTok Rugikan Akses Informasi Publik

Reporter : -
PMII Perjuangan Unitomo: Peredaman Live TikTok Rugikan Akses Informasi Publik
Massa aksi di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, dok Jatimupdate.id/tuji

Surabaya,JatimUPdate.id - Sekretaris Ketua II PMII Perjuangan Unitomo, Afrizal, menilai pemutusan siaran langsung (live streaming) di TikTok terkait demonstrasi di Surabaya merugikan publik. 

Ia menyebut tindakan tersebut berpotensi menghambat masyarakat yang ingin memperoleh informasi real-time di tengah situasi demonstrasi yang masih berlangsung.

Baca Juga: Temui Massa Mitra Jagal, Saifuddin Keberpihakan DPRD Harga Mati untuk Rakyat

"Sejak siang hingga malam Surabaya diguncang aksi yang membuat warga membutuhkan informasi lapangan secara cepat dan akurat." kata Afrizal melalui keterangannya, Sabtu (30/8) malam.

Menurutnya akses itu penting, utamanya bagi mereka yang tetap bekerja maupun melintas di jalan raya agar bisa menghindari titik rawan.

“Pemutusan informasi di tengah kondisi genting sama dengan membiarkan rakyat berjalan tanpa cahaya. Warga Surabaya berhak tahu di mana bentrokan terjadi, apa yang harus diwaspadai, dan bagaimana melindungi diri. Menutup informasi justru memperbesar potensi korban,” tegas Afrizal.

Baca Juga: Mitra Jagal Kembali Geruduk DPRD Surabaya, Teriak Boikot 

Ia menambahkan, pembatasan live streaming bukan hanya mengurangi hak publik atas informasi, tetapi juga menutup ruang kontrol sosial. 

"Dampak yang ditimbulkan bisa meluas, mulai dari tumbuhnya spekulasi, meningkatnya kepanikan, hingga menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap aparat dan pemerintah." jelasnya.

Maka dari itu, PMII Perjuangan Unitomo meminta agar akses informasi segera dipulihkan. 

Baca Juga: Fajar Ogah Komentari Demonstrasi Mitra Jagal, Fokus Pelayanan Pemotongan di Pegirian dan TOW

Sebab tutur dia, transparansi merupakan kunci menjaga keselamatan warga, bukan sensor atau peredaman.

“Demokrasi tidak boleh mati hanya karena keberanian rakyat dibungkam. Jangan biarkan warga Surabaya hidup dalam ketidakpastian informasi, terlebih saat aksi anarkis masih berlangsung dari siang hingga malam hari,” demikian Afrizal. (Roy)

Editor : Yuris. T. Hidayat