Aksi 3 Sepetmber Ditunda, Pengamat Itu Bijak, Minta Tetap Fokus Titik Sentral Permasalahan
Surabaya, Jatimupdate.id – Pengamat politik Universitas Negeri Surabaya, Ken Bimo Sultoni menganggap keputusan Gerakan Rakyat Jawa Timur Menggugat menunda aksi demonstrasi 3 September di depan Gedung Grahadi merupakan langkah bijak.
Sebab, kondisi akhir-akhir ini menunjukkan eskalasi aksi di berbagai daerah kerap disusupi pihak yang tidak bertanggung jawab.
Baca Juga: Kos-kosan Harus di Jalan Raya, Pengamat: Ekonomi Lokal Senjang, Pengusaha Kecil Termarjinalkan
“Apa yang dilakukan teman-teman dari Rakyat Jawa Timur Menggugat adalah pilihan bijak di tengah situasi yang rawan terjadi tindakan anarkis dan vandalisme,” katanya, Rabu (3/9)
Bimo menegaskan, penyampaian pendapat tetap hak konstitusional yang dijamin negara.
Kendati begitu, Bimo menekankan jalurnya perlu ditempuh dengan prosedur yang benar agar substansi tuntutan tidak terdistorsi.
Baca Juga: Pengamat Ingatkan Pemkot: Abai Situs Sejarah Lemahkan Identitas Kota Pahlawan
“Gerakan ini harus fokus pada titik sentral permasalahan, jangan sampai justru keluar dari esensi yang ingin disampaikan,” imbuhnya.
Salah satu koordinator Rakyat Jawa Timur Menggugat, Acek Sulaiman, menegaskan penundaan aksi 3 September di depan Grahadi bukan berarti gerakan berhenti.
Baca Juga: Gandeng UNESA, Pemkab Bondowoso Bidik UMKM Berbasis Industri Olahan
Ia memastikan, aksi hanya ditunda hingga momentum yang tepat ketika situasi kembali kondusif.
“Gerakan ini tidak kemudian menghentikan aksi-aksi. Aksi akan diselenggarakan di momentum yang tepat. Tidak ada tekanan dari manapun bahwa aksi ini digagalkan. Kami nyatakan kembali, aksi ini ditunda,” tegas Acek. (Roy)
Editor : Yuris. T. Hidayat