Pengamat: Keberhasilan Perwali 29 Tak Cuma Sentuh Kelurahan, Tapi juga Sasar OPD
Surabaya,JatimUPdate.id - Pengamat politik Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Ken Bimo Sultoni, mengatakan, keberhasilan Perwali Nomor 29 Tahun 2025 tidak bisa dilihat dari penindakan pungutan liar (pungli) di tingkat kelurahan.
Namun, keberhasilan itu jika Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi berhasil melakukan penindakan dugaan Pungli di jajaran lain, seperti kecamatan dan organisasi perangkat daerah atau OPD.
Baca Juga: Dosen Unesa: Sekda dari Luar NTB Bisa Jadi Kunci Netralitas dan Stabilitas Birokrasi
"Jika Pungli masih saja berulang dan hanya ditindak pada level-level tingkat bawah, seperti kelurahan, sementara potensi praktik serupa ada di jajaran lain yang mungkin saja tidak tersentuh, maka perwali akan bernasib sama seperti program lainnya, seperti program PAKSI yang berhenti di penyeluhan." tutur Bimo, melalui saluran WhatsApp Jatimupdate.id, Sabtu (13/9).
Bimo menegaskan penandatanganan surat pernyataan bersama kepala perangkat daerah (PD) agar bebas pungli, patut didukung.
Kendati begitu, Bimo mengingatkan penandatanganan tersebut, juga harus mengimplementasikan Perwali Nomor 29 Tahun 2025.
"Penandatangan bebas Pungli ini sekaligus menguji konsistensi implementasi perwali 29 tahun 2025. Apakah benar Imbauan Walikota Eri Cahyadi dipatuhi oleh jajarannya di lingkungan Pemkot Surabaya," beber Bimo.
Baca Juga: Kos-kosan Harus di Jalan Raya, Pengamat: Ekonomi Lokal Senjang, Pengusaha Kecil Termarjinalkan
Menurutnya, hal ini sejalan dengan keinginan masyarakat, setiap kebijakan harus menyentuh akar permasalahan.
Pun ditopang oleh transparansi dari instansi dilingkungan Pemkot Surabaya.
"Tentunya masyarakat menginginkan konsistensi terkait kebijakan yang menyentuh akar masalah, berorientasi pada tata kelola yang lebih transparan, serta memperkuat akutabilitas birokrasi di semua level pemerintahan," ujarnya.
Baca Juga: Pengamat Ingatkan Pemkot: Abai Situs Sejarah Lemahkan Identitas Kota Pahlawan
Maka dari itu, Bimo mendorong implementasi perwali dapat dilaksanakan secara menyeluruh dan efektif.
"Implementasi perwali ini dapat dilakukan secara menyeluruh dan efektif untuk diterapkan di kota Surabaya khususnya." demikian Ken Bimo Sultoni. (Roy)
Editor : Miftahul Rachman