Banyumas Raih Penghargaan Internasional Pengelolaan Sampah

Reporter : -
Banyumas Raih Penghargaan Internasional Pengelolaan Sampah
Penghargaan ini diberikan pada ajang The 6th ASEAN Environmentally Sustainable Cities (ESC) Award dan The 5th Certificate Recognition, sebagai pengakuan atas keberhasilan Banyumas dalam mengelola sampah secara inovatif dan berkelanjutan.

 

Purwokerto, Banyumas, JatimUPdate.id - Pemerintah Kabupaten Banyumas kembali mencatatkan prestasi gemilang di bidang lingkungan hidup dengan meraih penghargaan bergengsi tingkat ASEAN.

Baca Juga: Sulap Sampah Jadi Cuan, TPS 3R Sekar Manfaat Lamongan Panen Melon Premium Beromzet Belasan Juta

Penghargaan ini diberikan pada ajang The 6th ASEAN Environmentally Sustainable Cities (ESC) Award dan The 5th Certificate Recognition, sebagai pengakuan atas keberhasilan Banyumas dalam mengelola sampah secara inovatif dan berkelanjutan.

Kabupaten Banyumas mendapatkan penghargaan karena dianggap berhasil menerapkan tata kelola lingkungan yang berkelanjutan melalui pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang inklusif dan inovatif.

Widodo Sugiri, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyumas, menjelaskan bahwa daerahnya kini memiliki 67 bank sampah aktif yang menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle).

Selain itu, Banyumas telah mengelola sekitar 77% dari total timbulan sampahnya dengan beragam inovasi, seperti TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Terpadu berbasis Reduce, Reuse, Recycle), budidaya maggot, pengomposan, serta produksi Refuse Derived Fuel (RDF).

"Inovasi dan pengelolaan ramah lingkungan ini menjadikan Banyumas sebagai model pengelolaan sampah di Asia Tenggara sekaligus tujuan pembelajaran regional," ungkap Widodo pada Kamis, (11/09/2025).

Penghargaan ini diserahkan pada 3 September 2025 di Langkawi, Malaysia.

Namun, Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, tidak dapat hadir secara langsung karena izin perjalanan dinas ke luar negeri tidak dikeluarkan oleh Sekretariat Negara dengan alasan kondisi yang tidak memungkinkan. Penyerahan penghargaan diwakili oleh Direktur Pengendalian Kebakaran Lahan Kementerian Lingkungan Hidup, Dasrul Chaniago.

Baca Juga: Pemkab Lamongan Beri Penghargaan untuk Pejuang Lingkungan di Awarding 2025

Sadewo mengaku telah menerima undangan resmi untuk menghadiri acara tersebut, namun kondisi yang ada memaksanya untuk absen. Meskipun begitu, ia menegaskan bahwa penghargaan ini bukanlah akhir dari perjalanan Banyumas dalam pengelolaan sampah.

Bupati Sadewo menegaskan bahwa Kabupaten Banyumas berkomitmen untuk terus mengembangkan sistem pengelolaan sampah yang sudah berjalan.

Tujuannya tidak hanya untuk menjaga lingkungan, tetapi juga untuk menciptakan manfaat ekonomi dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"Pengelolaan sampah akan terus dikembangkan agar lebih bermanfaat dan bernilai ekonomis," kata Sadewo.

Selain Banyumas, empat daerah lain di Indonesia juga menerima penghargaan yang sama, yaitu Kota Malang, Kota Bandung, Kota Padang, dan Kabupaten Ciamis.

Baca Juga: Atasi Masalah Sampah, Pemkab Lamongan Siap Sokong Proyek PSEL Surabaya Raya 2026

Pencapaian ini menegaskan komitmen Indonesia dalam mendorong pembangunan berkelanjutan di tingkat daerah, sekaligus memperkuat posisi nasional dalam kerja sama lingkungan hidup di ASEAN.

Penghargaan ASEAN ESC ini diberikan kepada kota dan kabupaten yang berhasil mewujudkan tata kelola lingkungan berkelanjutan berdasarkan berbagai indikator utama, termasuk kualitas udara dan air bersih, lahan bebas pencemaran, keanekaragaman hayati perkotaan, ruang terbuka hijau, serta penerapan ekonomi sirkular.

Penghargaan yang diraih Kabupaten Banyumas bukan hanya pengakuan atas pengelolaan sampah yang efektif dan inovatif, tetapi juga menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia dan Asia Tenggara.

Dengan terus mengembangkan sistem pengelolaan yang inklusif dan ramah lingkungan, Banyumas menunjukkan bahwa keberlanjutan dan manfaat ekonomi dapat berjalan beriringan. Prestasi ini mengajak kita untuk merenungkan kembali pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan, sekaligus mengoptimalkan potensi ekonomi dari pengelolaan sampah. (red/her)

Editor : Herry Sinamarata