Gubernur Khofifah Gerakkan Bupati/Wali Kota Serap Tomat Petani untuk Tekan Deflasi
Madiun, JatimUPdate.id — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kembali turun ke lapangan. Kali ini, ia menyerap langsung hasil panen tomat petani di Desa Kare, Kabupaten Madiun, Jumat (26/9). Langkah cepat ini dilakukan untuk mengatasi anjloknya harga tomat di tingkat petani yang kini hanya Rp2.000 per kilogram.
“Dari 14 kabupaten/kota yang mengalami deflasi, tomat jadi penyumbang utama. Saat ini tomat di Jatim over supply. Karena itu, saya minta bupati dan wali kota ikut menyerap hasil panen di daerahnya,” tegas Khofifah.
Baca Juga: Jatim Bersinar: 265 Desa di Jawa Timur Perkuat Aksi Nyata Anti-Narkoba
Menurutnya, langkah ini bukan hanya menyelamatkan petani, tapi juga bisa memberi manfaat bagi masyarakat. “Tomat bisa dijadikan jus untuk anak-anak PAUD, TK, dan SD. Jus tomat sehat dan penuh gizi. Kalau setiap sekolah rutin buat jus tomat, harga bisa pulih, anak-anak pun makin sehat,” ujarnya.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, Jawa Timur mengalami deflasi 0,10 persen (m-to-m) pada Agustus 2025, dari 108,76 menjadi 108,65. Salah satu penyebab utamanya adalah anjloknya harga tomat akibat pasokan melimpah.
Gubernur Khofifah memutuskan membeli langsung 1,3 ton tomat dengan harga Rp4.000/kg—dua kali lipat dari harga lahan. “Langkah sederhana ini bisa mendorong penetrasi harga dan memberi semangat bagi petani,” imbuhnya.
Langkah serupa sebelumnya pernah dilakukan Khofifah saat harga bawang merah di Nganjuk dan beras di Bojonegoro merosot. “Sekarang giliran tomat. Kalau pemerintah daerah ikut bergerak, harga akan cepat pulih,” kata Khofifah.
Baca Juga: Khofifah Bantah Terima Ijon 30 Persen Dana Hibah Pokir DPRD Jatim
Suyatno, petani tomat Desa Kare, mengaku terpuruk akibat harga jatuh drastis. “Bulan Juni masih Rp5.000/kg, sekarang tinggal Rp2.000/kg. Kami rugi besar karena panen serentak dan pasar tak bisa menyerap semua,” ujarnya.
Ia pun berterima kasih atas langkah cepat Gubernur Jatim. “Kami berharap bupati dan wali kota ikut meniru langkah Ibu Gubernur. Kalau semua turun tangan, harga pasti segera normal,” pungkasnya.(DPR)
Editor : Redaksi