Cegah Fluktuasi Data Kependudukan Seperti Pemilu 2024, DPRD Surabaya Gagas Desk Monitoring 

Reporter : -
Cegah Fluktuasi Data Kependudukan Seperti Pemilu 2024, DPRD Surabaya Gagas Desk Monitoring 
Cahyo Siswo Utomo, dok Jatimupdate.id/roy

Surabaya,JatimUPdate.id - Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Cahyo Siswo Utomo, mengatakan pihaknya mewacanakan desk monitoring untuk memantau data kependudukan warga kota Pahlawan lantaran sering naik turun sebelum dan pasca Pemilu.

"Kami ke KPU RI, menyoroti naik turunnya penduduk Surabaya, di beberapa pemilu sebelumnya setiap akan masuk ke pemilu legislatif itu penduduk tidak sampai 3 juta, maka kami cetuskan desk monitoring" beber Cahyo, kepada Jatimupdate.id, Selasa (30/9).

Baca Juga: Apresiasi Purabaya-Kenpark Lewat Tol, Eri Irawan Dukung Kembali Pakai Bus

Cahyo berharap, dengan desk monitoring itu terjalin komunikasi yang intens dengan Kemendagri 

Pun mendapat kepastian akan validitas jumlah penduduk kota Pahlawan tiap semesternya.

"Nah ini di pemilu berikutnya kita berharap dengan monitoring, dan koordinasi yang baik dengan kemendagri khususnya, di bagian kita mendapatkan kepastian jumlah penduduk tiap semester dengan validitas yang baik," papar Cahyo.

Ketua Fraksi PKS itu, menegaskan jumlah data kependudukan valid dapat menentukan jumlah kursi di DPRD.

Sehingga desk monitoring tersebut dianggap urgen untuk memantau bertambahnya jumlah penduduk.

Baca Juga: BPJS Nonaktif Tanpa Pemberitahuan, Warga Miskin Terancam Gagal Operasi

"Pemilu berikutnya jumlah penduduk itu menentukan jumlah kursi yang ada di DPRD Surabaya, itu dampaknya ke sana. Salah satu rekomendasinya adalah kemudian kita ada desk yang memonitor jumlah penduduk tiap semester," demikian Cahyo Siswo.

Sekretaris Komisi A, Syaifuddin Zuhri, mengungkapkan saat ini salah satu dapil di Surabaya menampung hampir 1 juta penduduk.

“Kalau distribusi kursi dibagi secara proporsional, Surabaya bisa memiliki lebih dari lima dapil. Pemekaran ini penting agar keterwakilan masyarakat lebih merata,” tegas legislator asal PDI Perjuangan tersebut.

Baca Juga: DPRD Surabaya Soroti Dinamika Normalisasi Sungai Kalianak Tahap II

Sementara anggota Komisi A lainnya, Muhammad Saifuddin menegaskan jumlah penduduk kota Pahlawan sudah tembus 3,08 juta jiwa. 

Menurutnya, angka tersebut membuka peluang penambahan kursi legislatif menjadi 55 sesuai amanat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017.

“Jumlah penduduk Surabaya sudah melebihi 3 juta plus 1. Maka sangat dimungkinkan kursi DPRD Surabaya bertambah 5, sehingga totalnya 55 kursi,” kata Saifuddin. (Roy)

Editor : Yuris. T. Hidayat