Politis PDIP Ajak Kader dan Masyarakat Kawal Program Pro-Rakyat Wali Kota Eri

Reporter : -
Politis PDIP Ajak Kader dan Masyarakat Kawal Program Pro-Rakyat Wali Kota Eri
Achamd Hidayat, dok istimewa

Surabaya,JatimUPdate.id - Politisi PDI Perjuangan Kota Surabaya, Achmad Hidayat, mengajak kader PDIP dan masyarakat untuk mengawal kebijakan pro-rakyat Wali Kota Eri Cahyadi dan Ketua DPRD Adi Sutarwijono agar berjalan efektif di tengah tantangan ekonomi yang sedang dihadapi daerah.

“Kondisinya berbeda, tidak bisa dibanding-bandingkan. Periode pertama fokus pemulihan ekonomi karena pandemi Covid-19, sedangkan sekarang kita dihadapkan pada gelombang efisiensi di tengah perlambatan ekonomi. Karena itu kita harus kompak dan solid mengawal kebijakan pro-rakyat,” kata Achmad, Selasa (6/10).

Baca Juga: Armuji Bantah PAW Ketua DPRD Surabaya Mengerucut Tiga Nama: “Jare Sopo?”

Pemerintah Kota Surabaya bersama DPRD sebelumnya telah menyetujui APBD Perubahan Tahun 2025 sebesar Rp 12,347 triliun, sementara untuk APBD 2026 disiapkan pembiayaan alternatif sebesar Rp 1,5 triliun yang lebih efisien dari rencana sebelumnya Rp 2,9 triliun.

Ia menyebutkan menghadapi perlambatan ekonomi Walikota Eri tidak menaikkan PBB agar tidak membebani rakyat.

Selain itu, tutur Achmad Eri gencar melakukan efisiensi dan mencari solusi pembiayaan alternatif yang tidak beresiko agar program Pro - Rakyat berjalan dengan baik.

Baca Juga: P31 Pertanyakan Transparansi Perwali Nomor 73 Tahun 2025

“Program Pro Rakyat Seperti beasiswa Pemuda Tangguh Mahasiswa , beasiswa SMA / SMK , Pelayanan Kesehatan Gratis berkualitas , perbaikan rumah tidak layak huni justru semakin meningkat kuotanya di tahun 2026,” kata Achmad

Ia menambahkan pembangunan fisik seperti perbaikan saluran drainase juga dikebut oleh Pemkot 

Baca Juga: Pengamat Ingatkan Pemkot: Abai Situs Sejarah Lemahkan Identitas Kota Pahlawan

Pun pemasangan PJU hingga penambahan ruas jalan dinilai dapat meningkatkan nilai properti di kota Pahlawan.

“ Jadi terhadap sebuah kebijakan harus dengan rasa yang lebih dalam , jangan mudah terprovokasi terlebih ditunggangi kepentingan hingga ambisi politik pihak tertentu yang justru merugikan kepentingan Masyarakat," demikian Achamd Hidayat. (*Roy)

Editor : Miftahul Rachman