Realisasi Parkir TJU di Bawah 50 Persen, Cak Yo Usulkan Pembayaran Nontunai dan CCTV

avatar Ibrahim
  • URL berhasil dicopy
Sukadar, dok Jatimupdate.id
Sukadar, dok Jatimupdate.id

Surabaya,JatimUPdate.id – Anggota Komisi C DPRD Surabaya, Sukadar atau yang akrab disapa Cak Yo mengatakan dalam pembahasan RAPBD 2026, terdapat tambahan anggaran untuk dinas perhubungan (Dishub) Surabaya sebesar Rp52 miliar.

Cak Yo berharap dengan anggaran tersebut Dishub mampu meningkatkan realisasi pendapatan dari sektor parkir TJU.

“Setiap tahun target pendapatan parkir TJU hanya terealisasi di bawah 50 persen. Nah, kita ingin realistis saja target Dishub terkait parkir TJU,” kata Cak Yo Senin (27/10).

Politisi senior PDI Perjuangan itu menuturkan, capaian retribusi parkir TJU dalam dua tahun terakhir berkisar 43–44 persen. 

Menurutnya rendahnya realisasi tersebut, salah satunya karena target yang ditetapkan terlalu tinggi dibandingkan potensi riil di lapangan.

“Contohnya, Dishub target parkir TJU Rp73 miliar, tapi menurut kajian pakar, realistisnya hanya Rp40 miliar. Itu pun sudah maksimal. Tapi dipaksakan Rp73 miliar, ya akhirnya sering tidak tercapai,” ungkap Cak Yo.

Untuk mengatasi hal itu, Cak Yo menyarankan beberapa langkah konkret. Di antaranya penerapan sistem pembayaran nontunai di seluruh titik parkir TJU. 

Cak Yo meyakini dengan sistem tersebut potensi kebocoran retribusi bisa ditekan karena seluruh transaksi terekam secara digital.

“Kalau masih manual, potensi kebocoran tetap ada. Tapi kalau pakai sistem tap, data dan transaksi lebih transparan,” ujarnya.

Selain itu, Cak Yo meminta agar dilakukan pemasangan kamera CCTV di titik-titik strategis parkir TJU. 

CCTV tersebut beber Cak Yo  sebagai alat kontrol juga memastikan setiap aktivitas parkir tercatat dan termonitor.

“Di Surabaya itu ada sekitar 1.500 titik parkir TJU. Minimal 50 persen titik itu harus sudah terpasang CCTV dan sistem tap agar potensi pendapatan meningkat,” demikian Sukadar. (Roy)