Desa Adalah Koentji Peradaban Indonesia Emas 2045
Mendes PDT Ajak IMM Berkolaborasi dan Bersinergi Membangun 75.264 Desa
Malang, JatimUPdate.id - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mengajak Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) untuk terlibat langsung dalam membangun desa.
Lebih jauh IMM menurut Yandri memiliki potensi guna bersinergi dan berkolaborasi untuk membangun, memberdayakan serta memajukan desa beserta warganya.
Baca Juga: Jatim Bersinar: 265 Desa di Jawa Timur Perkuat Aksi Nyata Anti-Narkoba
“Saya datang ke sini bukan untuk ceramah. Untuk mengajak kerja sama Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah. Untuk sama-sama berkolaborasi,” ujarnya dalam penutupan Tanwir IMM ke-33 di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jumat (31/10/2025).
Lebih dalam Yandri menilai IMM memiliki potensi besar untuk terlibat dalam pembangunan desa.
"Desa dan Mahasiswa adalah motor sekaligus koentji Peradaban Modern Indonesia Emas 2045," kata Yandri.
Secara khusus, menurut Yandri, organisasi mahasiswa seperti IMM bisa menjadi mitra strategis dalam menggerakkan program-program pemberdayaan yang dijalankan Kementerian Desa.
Dalam sambutannya, Yandri juga menyinggung fenomena urbanisasi di beberapa negara maju. Ia menyebut Jepang sebagai contoh negara yang menghadapi persoalan akibat tidak serius mengurus desa.
“Jepang hari ini, lebih dari 90 persen rakyatnya meninggalkan desa. Pemerintah mereka gagal menarik anak muda kembali ke desa karena sudah merasa nyaman di kota,” jelasnya.
Baca Juga: JKSN - Pergunu Perkuat Persatuan Pendidikan, Menteri Desa Soroti Lonjakan Desa Ekspor hingga Rp0,5 T
Ia menambahkan, kondisi serupa juga terjadi di Korea Selatan. Sekitar 83 persen warganya tidak ingin tinggal di desa, dan situasi ini memunculkan berbagai masalah sosial serta ekonomi. Bagi Yandri, data tersebut menjadi pelajaran penting agar Indonesia tidak mengulangi kesalahan serupa.
Yandri menegaskan, pembangunan desa sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan desa sebagai pusat pembangunan nasional. Hal itu dibuktikan dari Asta Cita yang secara khusus memiliki poin soal desa
“Sudah sangat tepat, Bapak Presiden Prabowo meletakkan desa sebagai subjek pembangunan, bukan objek pembangunan. Dengan apa? Asas Cita keenam,” katanya.
Ia menyebut, pembangunan dari desa menjadi langkah pemerataan ekonomi sekaligus upaya pemberantasan kemiskinan.
Kementerian Desa, lanjutnya, kini memiliki dua belas aksi utama yang bisa menjadi ruang kolaborasi bersama IMM.
Salah satu fokusnya adalah penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Yandri menilai mahasiswa dapat berperan aktif dalam pengembangan BUMDes di berbagai daerah. “Siapa yang mengerjakan? Anak-anak muda,” ujarnya.
Lebih detail, Yandri juga secara terang-terangan mengajak Ketua Umum DPP IMM Riyan Betra Delza untuk melanjutkan pembahasan secara konkret setelah Tanwir. “Habis Tanwir, ketemu saya lagi nanti. Kita konkretkan,” katanya. (maklumat.id/dek/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat