Saiful Bahri Bantah Provokasi Mitra Jagal Agar Tak Mau Pindah ke RPH Tambak Oso Wilangon
Surabaya,JatimUPdate.id - Anggota Komisi B DPRD Surabaya Saiful Bahri membantah memprovokasi mitra jagal RPH Pegirian agar tidak pindah ke RPH Tambak Oso Wilangon (TOW)
Saiful menegaskan hanya menyarankan RPH Pegirian itu tidak dipindahkan ke RPH Tambak Oso Wilangon tersebut.
Baca Juga: Apresiasi Purabaya-Kenpark Lewat Tol, Eri Irawan Dukung Kembali Pakai Bus
"Ya saya itu tidak mengobok-ngobok (provokasi) begitu, artinya saya itu memberikan pendapat, saran dan pendangan, kalau bisa RPH yang ada di Pegirian itu tetap saja di sana," kata Saiful saat dikonfirmasi JatimUPdate, Selasa (18/11).
Sebab kata Saiful RPH Pegirian merupakan ikon RPH di Surabaya, dan sudah terkenal di beberapa daerah.
Hal itu tutur Saiful dibuktikan saat berkenalan dengan beberapa koleganya. Ia juga menegaskan mitra RPH yang bekerja di RPH Pegirian juga merupakan warga setempat.
"Permasalahannya di sana itu sudah menjadi ikonnya Surabaya RPH. Jadi kalau kita kenalan sama orang luar kota maupun orang luar pulau, mengatakan RPH itu ya pegirian. Dan antara pihak pekerja maupun bosnya jagal di sana itu mayoritas orang sana." beber Saiful.
Selain itu Saiful juga khawatir akan keselamatan mitra jagal jika RPH Pegirian dipindahkan ke RPH TOW.
Sebab pekerjaan di RPH dilakukan pada malam hari. Apalagi di kawasan TOW sering terjadi kecelakaan lalu lintas.
"Karena apa? Karena pekerjanya itu ya malam hari, bukan siang, mulai dari jam 10 malam sampai pagi, itu baru tutup RPH sekitar jam 8." demikian Saiful Bahri.
Baca Juga: BPJS Nonaktif Tanpa Pemberitahuan, Warga Miskin Terancam Gagal Operasi
Sebelumnya, Jagal Mitra Jagal RPH Pegirian, Abdullah, mengatakan relokasi RPH Pegirian ke TOW tidak urgensi sebab segala perizinannya sudah lengkap.
Selain itu, pihaknya juga menyesalkan Pemkot yang belum pernah melakukan koordinasi terkait rencana relokasi.
"Terkait masalah perpindahan RPH Pegirian, berbicara urgensi tidak ada urgensinya, kepentingan apapun tidak ada sama sekali, tentang administratif perizinannya itu sudah lengkap semua. Kebijakan itu tidak aspiratif, masyarakat di bawah itu harus disampaikan atau ditanyakan dulu," urai Abdullah, di kawasan Yos Sudarso, Kamis (25/9).
Sementara Dirut PD RPH, Fajar Arifianto Isnugroho, mengatakan pihaknya sudah mengajukan tiga lokasi ke Pemkot Surabaya untuk relokasi RPH Pegirian.
Baca Juga: DPRD Surabaya Soroti Dinamika Normalisasi Sungai Kalianak Tahap II
"Tahap awal. Itu kan sebetulnya ada tiga lokasi ya, pertama lokasinya ada di Tampak Wedi, yang kedua di Kenjeran, yang ketiga di Mulyorejo yang arah ke laut, ke pantai. Kemudian ditunjuklah di TOW. Ini yang menjadi keberatan daripada Mitra Jagar ini," tutur
Fajar, menjelaskan, tiga lokasi tersebut dianggap sangat mudah untuk pembuangan limbah RPH.
Sayangnya sebut Fajar, tiga lokasi tersebut akan digunakan untuk masyarakat berpenghasilan rendah atau MBR.
"Harapan kami karena pantai kan pembuangannya gampang. Nah itu dulu potret kami, kami sempat ada tanahnya asetnya Pemkot, tapi ketika itu alasan dari Pemkot belum bisa dimanfaatkan RPH karena akan digunakan untuk MBR ketika itu." ungkap Fajar. (Roy)
Editor : Yuris. T. Hidayat