Nagara Institute dan Akbar Faizal Uncensored Gelar RTD di Jawa Timur: Urai Peta Baru Ekonomi Pasca Reformasi BUMN
Surabaya, JatimUPdate.id - Nagara Institute dan Akbar Faizal Uncensored menggelar Round Table Discussion (RTD) bertajuk ‘Peta Baru Ekonomi Pasca Reformasi BUMN: Jawa Timur Dapat Apa?’. Forum ini akan berlangsung di Rama Ballroom, Hotel Wyndham, Surabaya, Jawa Timur pada Selasa, 2 Desember 2025 mulai pukul 09.00 WIB.
RTD ini menghadirkan para pakar kebijakan publik, ekonom, dan tokoh strategis dari sektor pemerintah maupun dunia usaha. Mereka akan membahas arah baru perekonomian Indonesia setelah reformasi besar-besaran di tubuh Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Baca Juga: Bubarkan Kementerian BUMN
Dua peneliti Nagara Institute, yaitu Prof. Dr. Satya Arinanto, S.H., M.H dan Dr. R. Edi Sewandono, S.H., M.H menjadi pemantik dalam kegiatan ini. Keduanya akan memaparkan temuan awal dan kajian dari tim riset Nagara Institute mengenai Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) dan mandat baru untuk kemakmuran Indonesia.
Setelah itu, empat narasumber silih berganti memberi tanggapan atas temuan awal dan kajian tersebut. Para narasumber juga akan menyampaikan gagasannya terkait reformasi BUMN dan dampaknya terhadap Jawa Timur.
Keempat narasumber tersebut adalah Dr. H. Emil Elestianto Dardak, B.Bus., M.Sc yang merupakan Wakil Gubernur Jawa Timur, kemudian Dr. H. Mukhamad Misbakhun, S.E., M.H selaku Ketua Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), lalu akademisi Prof. Dr. Imron Mawardi, S.P., M.Si Dosen Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga), serta pakar ekonomi Ferry Latuhihin, M.Sc.
Sementara itu, Dr. Akbar Faizal, S.H., M.Si yang merupakan Direktur Eksekutif Nagara Institute bertindak sebagai host dalam RTD ini. Adapun peserta diskusi berasal dari unsur pemerintahan, pimpinan BUMN, peneliti, akademisi, praktisi ekonomi, wartawan, asosiasi bisnis dan investasi, serta pelaku usaha di wilayah Jawa Timur.
“Dalam pemerintahan Prabowo Subianto, sebuah keputusan politik lahir bernama Danantara, identitas baru ekosistem BUMN. Danantara diharapkan menjadi jalan keluar, bukan sebaliknya,” ungkap Akbar Faizal.
Baca Juga: Telaah Kritis BUMN dan Urgensi Super Holding
“Kami mengambil peran memediasi pemikiran publik tentang apakah kehadiran Danantara sebuah jalan keluar atau justru tetap sebuah problem. Nagara Institute melakukan kajian untuk didiskusikan dengan para pemikir, pembuat kebijakan, dan kritikus kebijakan,” tambahnya.
RTD ini menjadi ruang dialog independen untuk mengurai dampak reformasi BUMN terhadap pemerataan ekonomi daerah, khususnya Jawa Timur yang terkenal sebagai salah satu pusat pertumbuhan terbesar di Indonesia.
Reformasi BUMN yang mencakup restrukturisasi, efisiensi, dan perubahan model tata kelola, dinilai membawa konsekuensi langsung terhadap distribusi investasi dan peluang ekonomi di tingkat lokal.
Baca Juga: Peningkatan Utang Dan Kemampuan Pertamina Melunasinya
Nagara Institute dan Akbar Faizal Uncensored berharap dapat memberikan gambaran komprehensif tentang peta baru ekonomi Indonesia. Termasuk membuka ruang dialog bagi pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat sipil untuk menyusun langkah strategis ke depan.
“Kami memastikan tokoh yang diundang memiliki argumen, data, dan cara pandang yang kredibel serta layak didengarkan oleh para pengambil kebijakan. Sebuah buku akan kami serahkan kepada Presiden maupun pihak Danantara sebagai tawaran ide dan gagasan,” tutur Akbar Faizal.
RDT ini juga menjadi bagian dari komitmen Nagara Group dalam mendorong literasi kebijakan publik dan memperkuat jembatan komunikasi antara pembuat kebijakan, akademisi, dan publik. Kolaborasi dengan kanal Akbar Faizal Uncensored diharapkan mampu memperluas jangkauan diskusi ke masyarakat yang lebih luas melalui konten digital yang kritis dan berbasis data.(*)
Editor : Redaksi