Kolaborasi Besar! Dinkes Jatim–Bondowoso Gelar Pemeriksaan 1.200 Santri di Ponpes Al-Ishlah

Reporter : -
Kolaborasi Besar! Dinkes Jatim–Bondowoso Gelar Pemeriksaan 1.200 Santri di Ponpes Al-Ishlah
Kolaborasi besar Dinkes Jatim dan Dinkes Bondowoso: Penyerahan cenderamata oleh pimpinan Ponpes Al-Ishlah KH Thoha Yusuf Zakariya kepada perwakilan Dinkes Jatim, disaksikan ratusan santri yang mengikuti skrining kesehatan massal di Auditorium KH Mohammad

 

Bondowoso, JatimUPdate.id, – Upaya meningkatkan deteksi dini penyakit di lingkungan pendidikan kembali diperkuat.

Baca Juga: BREAKINGNEWS: Jembatan Sukowiryo di Jalan Mastrip Bondowoso Ambrol Satu Sisi, Akses Dibatasi Ketat

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Bondowoso menggelar pemeriksaan kesehatan massal dan sosialisasi skrining Penyakit Tidak Menular (PTM) serta Tuberkulosis (TBC) bagi 1.200 santri Pondok Pesantren Al-Ishlah Bondowoso, Sabtu (6/12/2025).

Kegiatan yang dipusatkan di Auditorium KH Mohammad Ma’sum ini menyasar santri dari jenjang TK, SD, SMP, KMI hingga Perguruan Tinggi, serta para ustadz dan ustadzah.

Berdasarkan data panitia, pemeriksaan kali ini menjadi salah satu skrining terbesar yang pernah digelar di lingkungan pesantren di Bondowoso.

Program ini mendapatkan dukungan penuh dari 10 Puskesmas se-Bondowoso, RSUD dr. Koesnadi, RS Paru Jember, serta Akbid Dharma Praja Bondowoso.

150 Tenaga Kesehatan Diterjunkan

Sebanyak 150 tenaga kesehatan dilibatkan dalam pemeriksaan massal ini, terdiri dari:

1. 10 tenaga kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Bondowoso
2. 113 tenaga kesehatan dari puskesmas
3. 27 mahasiswa Akbid Dharma Praja Bondowoso
4. dr. Yusdeny Lanaski, Sp.PD (RSUD dr. Koesnadi)
5. dr. Fiqi Isnaini Nurul Hikmah, Sp.A (RSUD dr. Koesnadi)
6. Dokter spesialis paru dari RS Paru Jember

Keterlibatan lintas instansi ini menegaskan besarnya skala program serta komitmen pemerintah memperkuat layanan kesehatan preventif di pesantren.

KH Thoha: Santri Harus Sehat Fisik, Pikiran, dan Mental

Pimpinan Ponpes Al-Ishlah, KH Thoha Yusuf Zakariya, menegaskan bahwa pendidikan pesantren harus dibarengi dengan perhatian serius terhadap kesehatan.

Baca Juga: Retribusi Administrasi Dihapus, Raperda Pajak Baru di Bondowoso Permudah Layanan Publik

“Saya ingin ustadz, santri, dan jamaah sehat. Sehat hati, pikiran, mental, intelektual, dan yang paling penting badan sehat,” ujar KH Thoha.

KH Thoha juga menyampaikan rencana pengembangan fasilitas kesehatan pesantren melalui pembangunan Rumah Sehat atau Puskesren.

“Kami berterima kasih atas kolaborasi ini. InsyaAllah kami akan membangun Rumah Sehat sebagai langkah memperkuat layanan kesehatan di pesantren,” tambahnya.

Dinkes Jatim: Bagian dari Program Presiden untuk Deteksi Dini

Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, M. Yoto, SKM., M.Kes, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program Presiden untuk memperluas layanan cek kesehatan gratis bagi masyarakat.

“Hari ini hadir 10 puskesmas dari seluruh Bondowoso. Program ini untuk deteksi awal keluhan kesehatan agar penyakit serius bisa dicegah sejak dini. Ini jauh lebih efisien dalam penggunaan anggaran,” jelasnya.

Baca Juga: Bupati Bondowoso Resmi Buka Festival Ramadhan 2026, Dorong Ekonomi Rakyat dan Pelestarian Budaya

Menurut Yoto, masyarakat harus menjaga kesehatan karena sakit dapat menghilangkan kesempatan dan produktivitas sehari-hari. Ia berharap program skrining massal ini berdampak pada peningkatan capaian kesehatan di Jawa Timur.

“Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan keberhasilan pembangunan kesehatan di Jawa Timur yang masih berada di bawah Provinsi Jawa Tengah,” tegasnya.

Skrining Kanker Serviks untuk Wali Murid

Selain pemeriksaan untuk santri dan pengajar, Ponpes Al-Ishlah juga membuka layanan skrining gratis kanker serviks bagi ibu-ibu wali murid.

Layanan ini diprioritaskan bagi yang memiliki keluhan seperti keputihan, bau tidak sedap, atau penggunaan IUD, namun tetap terbuka bagi semua sebagai bentuk deteksi dini.

Dinkes Jatim menegaskan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar pemeriksaan sesaat, melainkan upaya memperkuat budaya hidup bersih, sehat, dan sadar risiko penyakit di lingkungan pesantren serta masyarakat sekitar. (ries/yh)

Editor : Yuris. T. Hidayat