Tanggulangi Tingginya AKI AKB, Pemerintah Kabupaten Jember Luncurkan Jaminan Kesehatan Gratis

Reporter : -
Tanggulangi Tingginya AKI AKB, Pemerintah Kabupaten Jember Luncurkan Jaminan Kesehatan Gratis
Keterangan Gambar: Kegiatan Gus'e Menyapa di Kecamatan Balung

Jember, JatimUpdate.id - Menyikapi tingginya angka kematian ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB), Pemerintah Kabupaten Jember mengambil langkah strategis dengan memperkuat implementasi program Jaminan Kesehatan Semesta (UHC). 

Bupati Jember, Muhammad Fawait, menegaskan komitmennya untuk menyediakan akses kesehatan penuh bagi seluruh warganya.

Baca Juga: Memutus Rantai Kemiskinan, Bupati Jember Geber Program Beasiswa

“Kondisi ini adalah keadaan darurat yang memerlukan respons luar biasa. Karena itu, kami memastikan tidak ada lagi warga Jember yang ragu berobat ke rumah sakit karena alasan biaya,” tegasnya.

Pernyataan itu disampaikan Bupati Jember Muhammad Fawait, yang akrab disapa Gus Bupati, dalam acara “Gus’e Menyapa" yang dikemas dalam giat "Solawat Kampung” di Desa Balung Lor, Kecamatan Balung, Senin (8/12/2025).

Dana Rp 430 Miliar Dialokasikan untuk Kesehatan Gratis

Untuk mendukung program ini, Pemerintah Kabupaten Jember mengalokasikan anggaran khusus sebesar Rp 430 miliar. 

Dana ini dijamin untuk membiayai pelayanan kesehatan secara penuh bagi seluruh pemegang Kartu Tanda Penduduk (KTP) Kabupaten Jember di rumah sakit.

Baca Juga: 8.344 Non ASN Terima SK PPPK Paruh Waktu, Pesan Widarto: Jadilah Pelayan Masyarakat, Jangan Jadi Priyayi

“Dana Rp 430 miliar ini adalah hak warga Jember. Sakit, segera bawa ke rumah sakit. Jangan lagi menunda pengobatan atau berobat sendiri karena khawatir biaya. Semuanya 100% gratis sesuai ketentuan,” imbaunya.

Saluran Pengaduan Langsung “Wadul Gus’e”

Bupati juga menginstruksikan seluruh unit layanan kesehatan,termasuk puskesmas dan rumah sakit, untuk tidak mempersulit akses masyarakat. Guna memastikan kualitas layanan, pemerintah membuka saluran pengaduan langsung yang dinamai “Wadul Gus’e”.

“Jika ada pungutan liar, pelayanan yang tidak baik, atau prosedur yang dipersulit, masyarakat diharapkan segera melapor. Program ini harus berjalan mulus dan transparan,” kata Gus Fawait.

Baca Juga: Pemkab Jember Lindungi 82 Ribu Pekerja Rentan, Salurkan Bantuan Pertanian Rp73,5 Miliar

Langkah ini diharapkan dapat segera menurunkan angka kematian dengan mendorong penanganan penyakit secara cepat dan profesional di fasilitas kesehatan.

Program UHC Jember diharapkan menjadi fondasi percepatan peningkatan derajat kesehatan dan penurunan angka kematian di kabupaten ini. (MR/Sund)

Editor : Miftahul Rachman