DPR Minta BRIN Maksimalkan Inovasi untuk Bencana Sumatra

Reporter : -
DPR Minta BRIN Maksimalkan Inovasi untuk Bencana Sumatra
Muhammad Nur Purnamasidi

Jakarta, JatimUPdate.id -  Anggota Komisi X DPR RI, Muhammad Nur Purnamasidi, menekankan perlunya pemanfaatan teknologi inovatif dalam penanganan bencana besar yang melanda Sumatra. Hal itu ia sampaikan pada Rapat Kerja Komisi X DPR RI bersama Kemendikti Saintek dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pada Senin (8/12).

Menurut Purnamasidi, BRIN memiliki potensi besar untuk berkontribusi lebih luas, terutama dalam pemenuhan kebutuhan dasar penyintas pada fase darurat. Ia secara khusus menyoroti teknologi ARSIUM (Air Siap Minum) serta pengembangan makanan kaya protein dan vitamin sebagai solusi cepat yang dapat dihadirkan pemerintah.

Baca Juga: Mahasiswa STIK Ang. 83 Laksanakan Kegiatan Bersih Pantai Bersama TNI dan Warga di Kec. Seunuddon Aceh Utara

“BRIN tentu dapat memaksimalkan inovasinya, seperti alat ARSIUM dan makanan kaya nutrisi untuk kondisi krisis,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi langkah cepat pemerintah dalam penanganan awal bencana, namun mengingatkan bahwa inovasi sains dan teknologi harus diintegrasikan sejak tahap darurat hingga rekonstruksi. Menurutnya, pemanfaatan riset dapat mempercepat pemulihan dan mengurangi kerentanan masyarakat terdampak.

Baca Juga: Wamen Viva Yoga: Kementrans Melakukan Pemulihan di Wilayah Kawasan Transmigrasi

Selain aspek teknologi, Purnamasidi kembali menegaskan pentingnya penetapan status bencana nasional untuk Sumatra agar seluruh sumber daya negara dapat dikerahkan secara maksimal. Ia menyebut dampak besar terhadap infrastruktur pendidikan, akses komunikasi, dan ekonomi keluarga penyintas sebagai alasan kuat untuk peningkatan status tersebut.

“Kerusakan sarana pendidikan dan melemahnya ekonomi keluarga penyintas harus menjadi perhatian dalam penyusunan kebijakan anggaran pendidikan,” tambahnya.

Baca Juga: Kapolda Aceh Serahkan Bantuan Bibit Tanaman Pada Warga Terdampak Banjir di Langsa

Purnamasidi juga mengingatkan bahwa tahap rekonstruksi jangka panjang kerap luput dari perhatian publik, padahal merupakan fase paling menentukan bagi keberlanjutan hidup masyarakat terdampak.

Rapat kerja ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, lembaga riset, dan DPR dalam memastikan penanganan bencana Sumatra lebih modern, cepat, dan berbasis inovasi. (*)

Editor : Redaksi