Jelang Tes Perangkat Desa Banjarwati, Warga Pertanyakan Potensi Dugaan Praktek"Main Mata"
Lamongan, JatimUPdate.id – Sebanyak 21 pendaftar siap memperebutkan 3 posisi kosong dalam ujian perangkat Desa Banjarwati, Kecamatan Paciran, yang akan digelar Kamis (18/12/2025) di Balai Desa setempat.
Baca Juga: KDMP Made Lamongan Resmi Beroperasi, Suplai Pangan hingga Jalin Kemitraan dengan Bulog
Namun, di tengah persiapan teknis, aroma kecurigaan terkait transparansi seleksi mulai menyeruak ke publik.
Ujian yang mencakup enam materi mulai dari Pancasila hingga Teknologi Informasi tersebut disorot tajam karena diduga adanya hubungan kekerabatan antara peserta dengan pejabat desa.
Kondisi tersebut memicu kekhawatiran warga terkait integritas pembuat soal dan proses penilaian.
Nur (nama samaran), salah seorang warga Banjarwati, mengungkapkan keraguannya terhadap objektivitas panitia.
"Kami sangat meragukan integritas proses ini jika pembuat soalnya tidak jelas kapasitasnya. Apalagi ada hubungan keluarga antara salah satu peserta dan pejabat desa. Ini kemungkinan besar ada potensi benturan kepentingan. Jangan sampai tes ini hanya formalitas untuk meloloskan orang-orang tertentu," tegas Nur.
Baca Juga: Bupati Lamongan Resmikan Jalan Plembon–Made, Didorong Jadi Jalan Protokol Penopang Ekonomi
Lebih lanjut, Nur menaruh harapan besar agar panitia menjaga kerahasiaan dokumen ujian. Ia mewanti-wanti agar tidak ada kebocoran soal dalam bentuk apa pun demi menjaga marwah kompetisi yang sehat.
"Kami berharap tes ini berjalan lancar tanpa ada bantuan dari pihak manapun. Semuanya harus murni berdasarkan kemampuan peserta. Hal ini sangat penting agar desa Banjarwati bisa menghasilkan perangkat desa yang benar-benar memiliki kapasitas dan integritas dalam bekerja nantinya," tambah Nur.
Perlu diketahui, sorotan utama juga tertuju pada Ketua Tim Pengangkatan Perangkat Desa, Sholahuddin AR Roniri.
Baca Juga: PMII Unisda Desak Pemkab Lamongan Benahi Tata Kelola Banjir Secara Menyeluruh
Pasalnya, selain memimpin tim pengangkatan perangkat Desa Banjarwati, Sholahuddin diketahui juga menjabat sebagai Pendamping PKH (Program Keluarga Harapan) Kecamatan Paciran.
Status rangkap jabatan ini memperkuat kekhawatiran warga akan adanya dominasi pihak tertentu dalam menentukan hasil ujian.
Hingga berita ini diturunkan, Ketua Tim Pengangkatan Perangkat Desa, Sholahuddin AR Roniri belum memberikan balasan WhatsApp kepada redaksi JatimUPdate.id sejak Kamis, (11/12/2025). (wb/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat