Soal Orang Dekat Penguasa, Rasisme Kasus Nenek Elina, DPRD: Surabaya Laboratorium Kebinekaan
Surabaya,JatimUPdate.id - Pimpinan DPRD Surabaya, Arif Fathoni buka suara kembali framing rasisme buntut dugaan kasus persekusi nenek Elina.
Fathoni menegaskan kota Pahlawan sebelum pra-kemerdekaan sudah terbangun keberagaman antar suku untuk masa depan lebih baik.
Baca Juga: BPJS Nonaktif Tanpa Pemberitahuan, Warga Miskin Terancam Gagal Operasi
"Jadi Surabaya itu sejak sebelum pra-kemerdekaan, kota yang dibangun atas keberagaman semua suku, anak bangsa hidup harmoni di kota Surabaya untuk memperbaiki masa depan yang lebih baik." kata Fathoni, kepada Jatimupdate, Kamis (1/1).
Fathoni menekankan, sebaiknya rasisme tidak di-framing berkesinambungan. Jika indikasinya, konflik parkir franchise mie, serta inisiatif orang dekat penguasa yang ingin menguasai lahan parkir di toko modern.
Pasalnya papar Fathoni, harmonisasi yang dibangun di kota ini melalui relasi sosial yang egaliter, sehingga Surabaya jadi laboratorium kebinekaan.
"Karena keberagaman itu ditunjang dengan relasi sosial yang egaliter. Alhamdulillah Surabaya ini menjadi laboratorium kebinekaan di Indonesia." terang Fathoni.
Fathoni menekankan energi kepahlawanan arek Suroboyo yang lintas suku harus dijaga marwahnya.
Dengan menjaga marwah itu, Fathoni meyakini semangat nilai-nilai kepahlawanan tetap melekat tanpa dikotori kepentingan apapun.
Baca Juga: DPRD Surabaya Soroti Dinamika Normalisasi Sungai Kalianak Tahap II
"Semangat kepahlawanan arek Surabaya yang terdiri dari berbagai suku bangsa itu telah mampu mengusir kolonialisme dari bumi Surabaya dan Indonesia. Sehingga Surabaya terkenal dengan kota pahlawan." beber Fathoni.
Maka dari itu, Fathoni mendorong semua pihak bijak menyikapi kasus dugaan persekusi nenek Elina, dan tidak semakin memperkeruh keadaan.
Sebab sebagai generasi penerus bangsa, persatuan dan kesatuan harus tetap dirawat hingga masa mendatang.
"Hari ini tugas kita sebagai pewaris, sebagai ahli waris, sebagai generasi penerus, itu hanya bagaimana menjaga persatuan dan kesatuan." tutur Fathoni.
Baca Juga: CEO JatimUPdate Ucapkan HUT ke-36 Abdul Malik, Titip Pesan Ingat K’Tut Tantri
Selain itu, Legislator Partai Golkar tersebut meminta nilai-nilai kepahlawanan harus dipelihara dalam mewujudkan harmonisasi sosial.
Sebab lanjut Fathoni, semangat itu menjadi fondasi keberagaman yang kuat dalam menjaga kondusivitas kota Pahlawan.
"Terus memiliki nilai-nilai kepahlawanan untuk memelihara harmonisasi kehidupan sosial dalam fondasi keberagaman yang sudah ada. Saya berharap semangat itu terus teguh menjadi spirit seluruh warga Surabaya entah dari suku apapun." urai Arif Fathoni. (RoY).
Editor : Yuris. T. Hidayat