Pesantren Nurul Jadid Gelar Haul Masyayikh dan Harlah ke-77 di Paiton

Reporter : -
Pesantren Nurul Jadid Gelar Haul Masyayikh dan Harlah ke-77 di Paiton
Flayer Haul Ponpes Nurul Jadid

 

Paiton, Probolinggo, JatimUPdate.id — Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo, akan menggelar Haul Masyayikh dan Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-77 pada Minggu, (18/01/ 2026).

Baca Juga: Menuju Puasa Melampaui Ritualisme, Menuju Transformasi Spiritual

Kegiatan ini menjadi agenda tahunan penting dalam rangka mengenang jasa para pendiri dan pengasuh pesantren sekaligus memperkuat ikatan spiritual santri, alumni, dan masyarakat.

Pesantren Nurul Jadid didirikan pada 1948 oleh KH. Zaini Mun’im, seorang ulama pejuang yang membangun pesantren dari kawasan hutan di Paiton setelah hijrah dari Madura akibat agresi militer Belanda.

Seiring perjalanan waktu, pesantren ini berkembang menjadi salah satu lembaga pendidikan Islam besar di Jawa Timur.

Haul tahun ini didedikasikan untuk sejumlah tokoh sentral pesantren yang telah wafat, di antaranya KH. Zaini Mun’im (Pengasuh 1948–1976), KH. Hasyim Zaini (1976–1984), KH. Abdul Wahid Zaini (1984–2000), KH. Hasan Abdul Wafi, KH. Abdul Haq Zaini (2000–2010), KH. Nur Chotim Zaini (2010–2014), serta KH. Faqih Zawawi yang dikenal sebagai pengawas pesantren.

Baca Juga: Kiai Zuhri Zaini Sebut Memahami Konsekuensi Akhirat Adalah Kunci Ketenangan Hidup

Panitia telah menyiapkan rangkaian acara yang akan dimulai sejak pagi hari dengan pembacaan Tahlil bersama, pelantunan Qosidah karya KH. Zaini Mun’im, serta pembacaan Manaqib para Masyayikh.

Rangkaian tersebut dimaksudkan sebagai sarana penguatan nilai keteladanan dan transmisi sejarah perjuangan pesantren kepada generasi muda.

Puncak acara akan digelar pada malam hari melalui Pengajian Umum yang menghadirkan KH. Abdul Ghofur Maimun dari Sarang, Rembang, dan KH. Abdullah Syamsul Arifin dari Jember.

Baca Juga: Kiai Zuhri Zaini Bedah Karakter Ulama Akhirat di Pengajian Ramadan Nurul Jadid

Pihak pesantren mengundang seluruh alumni, wali santri, dan masyarakat untuk menghadiri kegiatan tersebut. Panitia menilai Haul dan Harlah bukan hanya peringatan seremonial, melainkan momentum penting untuk menyambung sanad keilmuan dan mempererat silaturahmi keluarga besar Pesantren Nurul Jadid.

Perayaan Harlah ke-77 ini sekaligus menjadi refleksi atas perjalanan panjang pesantren dalam menjaga tradisi keilmuan Islam di tengah dinamika perkembangan zaman. (pm/yh)

Editor : Yuris. T. Hidayat