Persiapan Rapat Kerja 2026, PWM Jatim Bahas Dai Desa dan Koperasi
Surabaya, JatimUPdate.id - Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur tengah mempersiapkan Rapat Kerja (Raker) tahun 2026 dengan dua agenda utama: penguatan peran Dai Pendamping Desa dan pembentukan Koperasi Berbasis Masjid.
Persiapan tersebut digelar di Kantor PWM Jatim pada Sabtu, 17 Januari 2026, sebagai tindak lanjut menuju pelaksanaan Raker di Batu, Malang, yang dijadwalkan berlangsung pada 24-25 Januari 2026.
Baca Juga: Emil: Ancaman Lingkungan dan Disrupsi AI Nyata, Muhammadiyah Diminta Cetak Generasi Tangguh
Seluruh pimpinan dan anggota Majelis Tabligh PWM Jatim dijadwalkan hadir, mengingat agenda yang dibahas akan menentukan arah kebijakan organisasi sepanjang tahun mendatang.
Ketua Majelis Tabligh PWM Jatim, Abdul Basith, LC, M.Pd.I, menegaskan pentingnya penguatan ketablighan tahun 2026 agar dakwah Muhammadiyah tetap relevan dan transformatif.
Menurutnya, tabligh yang mencerahkan berlandaskan Al-Qur’an, Sunnah, serta Manhaj Tarjih, dan harus responsif terhadap persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.
“Dakwah tidak hanya berhenti pada nasihat normatif, tetapi harus menjadi kekuatan yang mendorong perubahan sosial menuju kemakmuran dan keadilan,” ujar Abdul Basith.
Dalam konteks ini, kehadiran Dai Pendamping Desa dianggap strategis. Program ini bertujuan menghadirkan dai-dai muda Muhammadiyah di desa-desa, termasuk wilayah terpencil, guna memberikan pembinaan keagamaan, penguatan ideologi, serta pemberdayaan sosial dan ekonomi.
Dai Pendamping Desa diharapkan dapat mendampingi jamaah secara berkelanjutan dan membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa.
Baca Juga: Berkah Melimpah di Unmuh Jember, PWM Jatim Bagikan 11 Paket Umrah pada Kajian Ramadan 1447 H
Selain penguatan dakwah, Majelis Tabligh PWM Jatim juga menyoroti pentingnya pengembangan koperasi berbasis masjid. Menurut Abdul Basith, tabligh yang mencerahkan seharusnya memberi dampak nyata bagi kesejahteraan umat.
Koperasi yang berpusat di masjid diharapkan menjadi sarana pemberdayaan ekonomi, memperkuat kemandirian jamaah, serta meningkatkan daya dukung dakwah di tingkat akar rumput.
PWM Jatim telah menyiapkan rancangan program koperasi berbasis masjid dan menunggu petunjuk teknis dari pusat agar implementasinya tidak tumpang tindih dengan program koperasi merah putih yang telah ada.
“Kita ingin koperasi masjid ini memiliki ciri khas dan manfaat yang berbeda,” jelas Ustaz Basith.
Baca Juga: Membangun Tradisi Baru: Merefleksikan 25 Tahun Muhammadiyah Jawa Timur, Meneguhkan Arah Gerakan
Langkah-langkah strategis PWM Jatim ini sejalan dengan visi Risalah Islam Berkemajuan, yang menekankan pentingnya etos keilmuan, kemandirian ekonomi, dan kepedulian sosial.
Majelis Tabligh berkomitmen menjadikan dakwah sebagai bagian integral dari upaya peningkatan taraf hidup masyarakat sekaligus pengabdian kepada Allah SWT.
Rapat Kerja Majelis Tabligh PWM Jatim tahun 2026 akan menjadi tonggak penting dalam upaya memperkuat peran dai di desa dan mengembangkan koperasi berbasis masjid. Kedua agenda ini diharapkan mampu menjawab tantangan dan kebutuhan umat secara nyata, sekaligus membawa kemajuan bagi masyarakat Jawa Timur. (dek/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat