Melalui Outing Class pada Program Pendidikan Kesetaraan
PKBM Merah Putih Terapkan Pembelajaran Deep Learning
Karangploso, Malang, JatimUPdate.id - Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Merah Putih Karangploso, Kabupaten Malang, menerapkan pembelajaran mendalam (deep learning) melalui kegiatan outing class bagi peserta didik program pendidikan kesetaraan Paket A, B, dan C.
Kegiatan ini diikuti sekitar 300 peserta didik dan dilaksanakan pada Rabu, (28/01/2026), di Dusun Sahabat Alam, Karangploso.
Kegiatan outing class tersebut menjadi salah satu bentuk pembelajaran yang selaras dengan prinsip deep learning, khususnya pendekatan joyful learning atau pembelajaran yang menyenangkan.
Pendekatan ini menekankan suasana belajar yang positif, menantang, menyenangkan, serta memotivasi peserta didik.
Rasa senang dalam belajar membantu peserta didik terhubung secara emosional dengan proses pembelajaran, sehingga lebih mudah memahami, mengingat, dan menerapkan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala PKBM Merah Putih, Dr. Chandra Duwita Ela Pradana, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya saat pembukaan kegiatan menyampaikan bahwa pembelajaran pada program pendidikan kesetaraan tidak terbatas pada ruang kelas semata.
“Semua ruang dan setiap orang dapat menjadi sumber belajar. Melalui nuansa alam seperti ini, peserta didik diajak belajar langsung dari lingkungan dengan segala kekayaan yang dimilikinya,” ujar Candra.
Ia menegaskan bahwa pembelajaran yang menyenangkan melalui *outing class* bukan sekadar kegiatan bermain, melainkan sarana menumbuhkan kesadaran belajar peserta didik.
Selain menerapkan prinsip joyful learning, kegiatan ini juga mengusung prinsip mindful learning, yakni pembelajaran berkesadaran yang diwujudkan melalui praktik gotong royong dan kerja sama tim.
“Peserta didik belajar untuk hadir sepenuhnya dalam kegiatan, bekerja sama, saling membantu, dan bertanggung jawab dalam kelompok,” tambahnya.
Tidak hanya itu, kegiatan ini juga menerapkan prinsip meaningful learning atau pembelajaran bermakna.
Peserta didik diajak melakukan eksperimen menggunakan bahan-bahan bekas dan material yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar, sehingga pembelajaran menjadi kontekstual dan relevan dengan kehidupan mereka.
Rangkaian kegiatan outing class diawali dengan sosialisasi tentang bahaya narkoba, pencegahan perundungan (bullying) dan kekerasan seksual, serta mitigasi bencana. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan sesi eksperimen yang dibagi ke dalam dua kategori berdasarkan jenjang peserta didik.
Untuk kelompok kelas kecil, yakni peserta didik Paket A setara kelas 1–5, kegiatan eksperimen berupa pembuatan alat penyaring air jernih menggunakan bahan alam dan barang bekas.
Sementara itu, kelompok kelas besar yang terdiri atas peserta didik setara kelas 6 hingga Paket C melaksanakan eksperimen pembuatan roket air.
Seluruh kegiatan eksperimen diakhiri dengan sesi pelaporan melalui Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang telah disiapkan oleh tutor.
Melalui kegiatan ini, peserta didik tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga pengalaman belajar langsung yang menumbuhkan keterampilan berpikir kritis, kerja sama, serta kepedulian terhadap lingkungan.
Kegiatan outing class ini menjadi salah satu inovasi pembelajaran PKBM Merah Putih dalam menghadirkan pendidikan kesetaraan yang lebih kontekstual, partisipatif, dan bermakna bagi peserta didik. (dek/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat