Gandeng UNESA, Pemkab Bondowoso Bidik UMKM Berbasis Industri Olahan
Bondowoso, JatimUPdate.id, – Pemerintah Kabupaten Bondowoso menggandeng Universitas Negeri Surabaya (UNESA) untuk memperkuat riset sekaligus pengabdian kepada masyarakat melalui sejumlah program strategis lintas sektor.
Baca Juga: BREAKINGNEWS: Jembatan Sukowiryo di Jalan Mastrip Bondowoso Ambrol Satu Sisi, Akses Dibatasi Ketat
Kolaborasi ini diarahkan untuk mendorong UMKM, petani, dan peternak naik kelas melalui pelatihan serta pendampingan berbasis riset.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Bondowoso, Anisatul Hamidah, mengatakan kerja sama tersebut diawali dengan pembukaan program UNESA International Community Development yang berfokus pada kegiatan pelatihan masyarakat.
Program ini menyasar empat segmen utama, yakni ibu rumah tangga, generasi muda, petani, dan peternak.
“Agenda pertama adalah pembukaan UNESA International Community Development yang difokuskan pada pelatihan. Program ini menyasar empat segmen utama, yakni ibu rumah tangga, generasi muda, petani, dan peternak,” ujar Anisatul Hamidah, Kamis (5/2/2026).
Selain pelatihan, Pemkab Bondowoso dan UNESA juga menjalankan kolaborasi pengabdian kepada masyarakat dengan total 12 tema kegiatan. Program tersebut meliputi penguatan ekonomi, sertifikasi halal, sekolah ramah anak, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Ada penguatan ekonomi, sertifikasi halal, sekolah ramah anak, penguatan sumber daya manusia, dan total ada 12 tema yang hari ini kita kolaborasikan,” imbuhnya.
Baca Juga: Retribusi Administrasi Dihapus, Raperda Pajak Baru di Bondowoso Permudah Layanan Publik
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi menjadi penting, terutama di tengah keterbatasan anggaran daerah. Kolaborasi ini diharapkan mampu menghasilkan kebijakan berbasis data dan kajian ilmiah.
“Kami berharap setiap kebijakan itu berbasis riset, sehingga bisa memotret potensi Bondowoso secara utuh, baik di bidang ekonomi maupun pendidikan, untuk kemudian dikembangkan,” jelasnya.
Anisatul Hamidah menambahkan, saat ini terdapat 12 program pengabdian kepada masyarakat (PKM) yang dijalankan bersama UNESA. Ke depan, kerja sama serupa diharapkan dapat diperluas dengan perguruan tinggi lain, sejalan dengan program unggulan Bupati Bondowoso yang menargetkan daerah tersebut sebagai pusat tridharma perguruan tinggi
“Kami berharap banyak perguruan tinggi yang sudah melakukan nota kesepahaman dengan Bapak Bupati dapat bersama-sama membangun Bondowoso,” tuturnya.
Baca Juga: Lapak Takjil Ilegal di Malang Dibongkar, Polisi Selidiki Dugaan Praktik Setoran
Sebagai tindak lanjut, UNESA dijadwalkan memberikan pelatihan pengolahan kotoran hewan menjadi pupuk kandang, serta pendampingan bagi petani agar mampu bertransformasi dari penjual bahan mentah menjadi pelaku industri pengolahan.
Komoditas pertanian seperti alpukat, pisang, dan tomat akan didorong untuk tidak hanya dijual dalam bentuk segar, tetapi diolah menjadi produk bernilai tambah yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat.
“Tujuannya agar UMKM kita bergerak dari sekadar penghasil produksi pertanian menjadi industri pengolahan, sehingga kesejahteraan masyarakat dapat terus meningkat,” pungkasnya. (ries/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat