Mahasiswa UNITRI Malang Sosialisasikan Inovasi Bio Briket dan Kerupuk Susu
Malang, JatimUPdate.id - Mahasiswa Program Studi Teknologi Industri Pertanian Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) Malang melaksanakan kegiatan Pengabdian Masyarakat Tematik (PMT) ke-4 di Dusun Songkorejo, Desa Jombok, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang.
Baca Juga: Naikkan Kualitas Pembelajaran Matematika, Mahasiswa UNITRI Kenalkan Kincir Perkalian Papan Pecaha
Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu (311/2026) sebagai wujud nyata kontribusi mahasiswa dalam memberdayakan masyarakat melalui pendekatan berbasis potensi lokal.
Dipimpin oleh Mohamad Mukhlis Sutiyoso, Ketua Kelompok 9, serta didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Editya Hendrawarman, S.TP., MP, kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan dua inovasi unggulan: pembuatan bio briket dari limbah kulit kopi dan pengolahan susu sapi menjadi kerupuk bernilai ekonomis.
Kedua inovasi ini dirancang untuk memanfaatkan sumber daya lokal sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat.
Dalam pemaparannya, Mohamad Mukhlis Sutiyoso menjelaskan bahwa limbah kulit kopi, yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal, dapat diolah menjadi bio briket sebagai alternatif energi terbarukan.
Bio briket ini ramah lingkungan, mudah diaplikasikan, dan berpotensi menjadi solusi hemat energi bagi masyarakat.
Selain itu, susu sapi yang melimpah di Dusun Songkorejo diolah menjadi kerupuk susu sebagai bentuk diversifikasi produk pangan lokal.
Inovasi ini tidak hanya memperluas peluang usaha, tetapi juga meningkatkan nilai tambah hasil peternakan, sehingga dapat berkontribusi menaikkan pendapatan warga.
“Harapan kami, program ini mampu memberikan solusi yang aplikatif bagi masyarakat, baik dalam pemanfaatan limbah pertanian maupun pengembangan produk pangan lokal,” ujar Mukhlis.
Baca Juga: Menjahit Teori dan Realitas: Sebuah Refleksi Pendidikan Kewirausahaan
Editya Hendrawarman, S.TP., MP, sebagai Dosen Pembimbing Lapangan, menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang penerapan ilmu teori, tetapi juga bertujuan menghadirkan solusi atas permasalahan masyarakat. Ia menilai pemanfaatan kulit kopi dan susu sapi menjadi produk bernilai ekonomis merupakan langkah strategis untuk memberdayakan potensi lokal secara berkelanjutan.
“Melalui program ini, kami berharap masyarakat dapat mengadopsi inovasi ini secara mandiri, sehingga tercipta kemandirian ekonomi di tingkat desa,” ungkap Editya. Ia juga menambahkan bahwa keberhasilan program sangat bergantung pada kerja sama antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat.
Sementara itu, Ketua RT 18 Dusun Songkorejo menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan ini. Ia menilai inovasi bio briket dan kerupuk susu sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat setempat.
“Kami berterima kasih atas kehadiran mahasiswa UNITRI. Program ini sangat bermanfaat, terutama dalam pemanfaatan limbah kulit kopi yang selama ini belum dimaksimalkan,” ujarnya.
Ketua RT juga berharap kegiatan ini tidak berhenti pada tahap sosialisasi, tetapi berlanjut dengan pendampingan dan pelatihan agar masyarakat dapat menerapkan inovasi secara mandiri.
Baca Juga: Wabup Malang Apresiasi Peran Strategis GP Ansor
“Kami siap mendukung dan berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan program ini,” tegasnya.
Kegiatan sosialisasi ini juga dirancang untuk melibatkan masyarakat secara langsung. Pendekatan partisipatif, seperti praktik pembuatan bio briket dan pelatihan pengolahan kerupuk susu, menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang direncanakan mahasiswa.
Program ini diharapkan tidak hanya bermanfaat dalam jangka pendek, tetapi juga memberikan dampak positif berkelanjutan bagi warga Dusun Songkorejo.
Dengan sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat, program Pengabdian Masyarakat Tematik UNITRI Malang ini diharapkan mampu menjadi model pemberdayaan lokal yang dapat diterapkan di wilayah lain.
Kegiatan ini tidak hanya membangun kemandirian desa, tetapi juga memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat melalui kontribusi nyata yang berdampak luas. (dek/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat