Cegah Aksi Perundungan, Mahasiswa UNITRI Gencarkan Edukasi Anti Bullying di Sekolah

Reporter : -
Cegah Aksi Perundungan, Mahasiswa UNITRI Gencarkan Edukasi Anti Bullying di Sekolah
Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) Malang melaksanakan program sosialisasi anti-bullying di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Nahdlatul Ulama, Desa Ngantru, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, Kamis (5/1/2026). (Foto Humas Unitri for JatimUPdate.id)

 

Malang, JatimUPdate.id - Mahasiswa Pengabdian Masyarakat Tematik (PMT) Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) Malang melaksanakan program sosialisasi anti-bullying di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Nahdlatul Ulama, Desa Ngantru, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, Kamis (5/1/2026).

Baca Juga: Naikkan Kualitas Pembelajaran Matematika, Mahasiswa UNITRI Kenalkan Kincir Perkalian Papan Pecaha

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa terhadap bahaya bullying, sekaligus memberikan edukasi yang interaktif dan solutif.

Sosialisasi anti-bullying ini berlangsung pada Sabtu (24/01) dan diikuti oleh seluruh siswa MTs Nahdlatul Ulama Ngantang. Ketua Kelompok PMT, Maria Irmi, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memberikan pemahaman kepada anak-anak terkait berbagai bentuk bullying yang kerap terjadi serta dampak buruknya.

“Tujuan utama kami adalah meningkatkan kesadaran siswa terhadap bullying, membentuk sikap dan perilaku yang mendukung terciptanya lingkungan bebas bullying, serta mendorong tindakan pencegahan di kalangan anak-anak,” tutur Maria.

Kasus bullying yang marak terjadi, baik di sekolah maupun lingkungan sosial, menjadi motivasi utama mahasiswa UNITRI untuk menyelenggarakan program ini. Menurut pengamatan mereka, anak-anak di Desa Ngantru cenderung berkelompok, yang berpotensi memicu tindakan bullying.

Kegiatan ini dikemas dalam format yang menarik, meliputi pemutaran video animasi tentang bullying, pemaparan materi edukatif, menyanyi lagu bertema anti-bullying, lomba pembuatan poster, dan pemasangan poster hasil karya siswa di mading sekolah.

Dalam sesi edukasi, penanggung jawab kegiatan, Deserna Mbabang Noti, menjelaskan bahwa bullying mencakup berbagai bentuk tindakan seperti verbal, sosial, hingga fisik.
“Bullying adalah segala bentuk penindasan atau kekerasan yang dilakukan secara sengaja oleh satu orang atau kelompok terhadap individu yang lebih lemah,” ujar Deserna.

Baca Juga: Cegah Bullying Ajeng Dorong Sekolah di Surabaya Bentuk Agen Persahabatan 

Ia menambahkan, tindakan bullying dapat berupa memanggil nama dengan julukan yang tidak disukai, menyebarkan rumor, hingga kekerasan fisik seperti memukul atau mendorong. Bullying biasanya dilakukan secara berulang dengan tujuan menyakiti korban.

Deserna juga mengungkapkan bahwa korban bullying sering kali adalah individu yang berbeda dari kelompoknya, seperti memiliki penampilan unik, kurang percaya diri, atau sulit bergaul. Tanda-tanda anak menjadi korban bullying meliputi perubahan perilaku, seperti menjadi pemurung, enggan ke sekolah, kehilangan barang pribadi, hingga gangguan tidur.

Melvinsiska dan Anita, mahasiswa PMT lainnya, memberikan panduan kepada siswa tentang cara mencegah bullying. Mereka mendorong anak-anak untuk berani mengungkapkan ketidaknyamanan terhadap perlakuan orang lain. Jika bullying berlanjut, mereka disarankan untuk melapor kepada guru, orang tua, atau pihak berwenang.

“Jika menjadi saksi bullying, penting untuk terlibat dengan cara yang aman dan tidak membahayakan diri sendiri maupun orang lain,” tambah Anita.

Baca Juga: Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik, Mahasiswa UNITRI Berdayakan Desa Jombok

Dosen Pembimbing Lapangan PMT, Zuni Mitasari, M.Pd., menegaskan pentingnya mengemas sosialisasi anti-bullying dalam format yang menarik agar siswa merasa terlibat secara langsung. Lomba pembuatan poster menjadi salah satu cara untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang materi yang disampaikan.

Salah satu peserta kegiatan, Nabila, mengaku sangat antusias mengikuti sosialisasi. “Video animasi yang ditayangkan membuat acara jadi lebih seru. Saya juga merasa lebih berani menceritakan pengalaman saya saat dibully,” ungkap Nabila. Ia menambahkan bahwa lomba poster dengan hadiah menarik juga menjadi daya tarik tersendiri.

Melalui program ini, mahasiswa PMT berharap dapat membantu menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman dan nyaman bagi siswa. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang bullying, siswa diharapkan dapat mengambil langkah proaktif untuk mencegah dan mengatasi bullying. (dek/mmt)

Editor : Miftahul Rachman