KB Gratis Serentak di Bondowoso, Target 5.489 Peserta, Libatkan 10 Praktik Mandiri Bidan

Reporter : -
KB Gratis Serentak di Bondowoso, Target 5.489 Peserta, Libatkan 10 Praktik Mandiri Bidan
Pelayanan KB serentak awal tahun 2026 di Puskesmas Taman Krocok, Bondowoso, yang menargetkan ribuan peserta di seluruh fasilitas kesehatan.

 

Bondowoso, JatimUPdate.id – Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Kabupaten Bondowoso menargetkan 5.489 peserta dalam Pelayanan Keluarga Berencana (KB) Serentak Awal Tahun 2026 melalui program Pantau KB.

Baca Juga: BREAKINGNEWS: Jembatan Sukowiryo di Jalan Mastrip Bondowoso Ambrol Satu Sisi, Akses Dibatasi Ketat

Program yang berlangsung pada 9–15 Februari 2026 tersebut dilaksanakan di seluruh puskesmas se-Kabupaten Bondowoso serta 10 praktik mandiri bidan (PMB) yang telah menjalin nota kesepahaman dengan Dinsos P3AKB.

Kepala Dinsos P3AKB Bondowoso, dr. Mohammad Imron, M.M.Kes., mengatakan pelayanan KB serentak bertujuan meningkatkan akses dan kualitas layanan bagi pasangan usia subur sekaligus mendukung pengendalian pertumbuhan penduduk.

“Pelayanan ini bertujuan meningkatkan akses dan kualitas layanan KB bagi masyarakat, sekaligus mendukung pengendalian pertumbuhan penduduk dan pembentukan keluarga berkualitas,” ujar Imron, Kamis (12/2/2026).

Ia menjelaskan, target pelayanan tahun 2026 terdiri dari 4.272 peserta di puskesmas dan 1.217 peserta di PMB. Secara keseluruhan, terdapat 55 fasilitas pelayanan kesehatan yang terlibat dalam pelaksanaan program tersebut.

Mayoritas peserta merupakan perempuan usia subur, baik yang belum pernah mengikuti program KB maupun pasangan muda yang ingin menunda kehamilan. Selain mendapatkan layanan KB gratis, peserta juga memperoleh bantuan transportasi, konsumsi, serta fasilitas konsultasi dengan tenaga kesehatan.

Imron menegaskan, pelayanan KB terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang status sosial ekonomi.

Baca Juga: Retribusi Administrasi Dihapus, Raperda Pajak Baru di Bondowoso Permudah Layanan Publik

“Karena ini memang untuk umum. Baik masyarakat kurang mampu maupun mampu, pelayanan KB pada dasarnya kami gratiskan,” katanya.

Sementara itu, bidan praktik mandiri Ani Farmadiani, yang juga menjabat Kepala Bidang Keluarga Sejahtera, Ketahanan, dan KB pada Dinsos P3AKB Bondowoso, menilai pelayanan KB serentak menjadi langkah strategis untuk membantu masyarakat merencanakan kehamilan dan mengatur jarak kelahiran.

Menurutnya, keterlibatan praktik mandiri bidan memperluas jangkauan layanan hingga tingkat desa sehingga masyarakat lebih mudah mengakses pelayanan.

“Melalui pelayanan KB serentak ini, kami ingin membantu masyarakat merencanakan keluarga yang lebih sehat, teratur, dan berkualitas. Ini juga bagian dari upaya mencegah stunting,” ujarnya.

Baca Juga: Bupati Bondowoso Resmi Buka Festival Ramadhan 2026, Dorong Ekonomi Rakyat dan Pelestarian Budaya

Ia menambahkan, penyuluh KB di tingkat desa dan kelurahan turut melakukan sistem jemput bola dengan mendatangi calon akseptor serta mendampingi mereka menuju fasilitas kesehatan sesuai metode yang dipilih.

Jenis layanan dalam KB serentak ini meliputi suntik, pil, kondom, implan, IUD, metode operasi wanita (MOW), serta metode operasi pria (MOP). Pelayanan dilaksanakan di Puskesmas Taman Krocok dan fasilitas kesehatan lainnya, termasuk praktik mandiri bidan yang bekerja sama dengan pemerintah daerah.

Program ini diharapkan mampu memperluas jangkauan layanan KB sekaligus memperkuat upaya pengendalian penduduk dan pencegahan stunting di Kabupaten Bondowoso.

Editor : Miftahul Rachman