Langkah Putih di Pagi Dadapan, Ratusan Siswa SD Plus Al Ishlah Tebar Kurma Sambut Ramadan 1447 H
Bondowoso, JatimUPdate.id – Pagi di Dadapan terasa berbeda. Udara masih segar, matahari baru naik perlahan, dan dari kejauhan terdengar nyanyian anak-anak tentang Ramadan. Suaranya ringan, berirama, penuh semangat.
Di jalan kampung yang biasanya lengang, barisan siswa berpakaian serba putih melangkah rapi. Wajah-wajah kecil itu tampak ceria. Sebagian tersenyum, sebagian lagi melambaikan tangan kepada warga yang berdiri di depan rumah.
Lebih dari 250 siswa SD Plus Al Ishlah Bondowoso mengikuti Pawai Tarhib Ramadan 1447 Hijriah, Senin (16/2/2026).
Mereka mengelilingi Desa Dadapan, kawasan sekitar Pondok Pesantren Al Ishlah, sambil menyanyikan lagu-lagu bertema Ramadan.
Di tangan-tangan mungil itu tergenggam poster berwarna-warni. Tulisan sederhana namun penuh makna terpampang jelas: Marhaban Ya Ramadan, Bulan Penuh Berkah, Tadarus Jangan Ditinggalkan, hingga Berlomba dalam Sedekah. Pesan-pesan itu seolah menyapa setiap warga yang mereka lewati.
Tak hanya berjalan dan bernyanyi, para siswa juga membawa paket-paket kurma.
Setiap berpapasan dengan warga, mereka berhenti sejenak, menundukkan badan dengan sopan, lalu mengulurkan bingkisan kecil itu.
“Ini untuk buka puasa nanti ya, Bu,” ucap seorang siswa dengan mata berbinar.
Warga yang menerima tampak tersenyum. Ada yang mengelus kepala anak-anak, ada pula yang mendoakan dari teras rumah. Interaksi singkat itu menjelma pelajaran nyata tentang arti berbagi.
Salah satu siswa kelas III mengaku senang bisa ikut pawai sekaligus berbagi kurma kepada warga.
“Rasanya seru sekali. Saya jadi tidak sabar menyambut Ramadan dan ingin lebih rajin puasa serta tarawih,” ujarnya.
Seorang wali murid yang menyaksikan dari tepi jalan pun tak menyembunyikan rasa bangganya.
“Kegiatan seperti ini bagus sekali. Anak-anak belajar langsung tentang sedekah dan kebersamaan, bukan hanya teori di kelas,” tuturnya.
Ketua panitia, Ustadzah Holidah, bersyukur kegiatan berjalan lancar dan penuh keceriaan.
“Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, kegiatan Pawai Ramadan hari ini berjalan lancar, tertib, dan penuh keceriaan. Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan rasa cinta anak-anak kepada bulan suci Ramadan serta melatih kepedulian sosial mereka sejak dini. Semoga setiap langkah mereka menjadi amal kebaikan,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala SD Plus Al Ishlah Bondowoso, Ustadzah Afifah Zakiyah Darojah, mengatakan kegiatan pawai menjadi bagian dari pembelajaran karakter bagi siswa dalam menyambut Ramadan dengan penuh kegembiraan dan adab.
“Hari ini pagi ceria penuh berkah. Langkah-langkah kecil penuh semangat berjalan menyapa masyarakat, membawa pesan: Ramadan telah di depan mata. Melalui Pawai Tarhib Ramadan, anak-anak belajar menyambut bulan suci dengan gegap gempita, gembira ria, penuh adab, dan kebersamaan,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh orang tua yang mendukung kegiatan tersebut.
“Terima kasih kepada seluruh orang tua dan keluarga besar sekolah yang telah membersamai. Semoga kebersamaan ini menjadi kenangan indah dan amal jariyah bagi kita semua. Selamat datang Ramadan, kami siap menyambutmu dengan hati yang bersih dan penuh syukur,” pungkasnya.
Pawai pun berakhir kembali di halaman sekolah. Napas mulai terengah, tetapi senyum tak juga pudar. Poster-poster masih digenggam erat, seolah semangat pagi itu belum ingin dilepas.
Dari jalan-jalan kecil di Dadapan, Ramadan disambut bukan dengan kemewahan, melainkan dengan ketulusan. Dari langkah-langkah putih anak-anak itulah nilai berbagi, kebersamaan, dan cinta ibadah ditanamkan, pelan dan sederhana, namun membekas jauh ke depan. (ries/mmt)
Editor : Miftahul Rachman