Wujudkan Kota Wisata Modern, Penataan Alun-Alun Kota Batu Dimulai
Kota Batu, JatimUPdate.id - Pemerintah Kota Batu mulai melakukan langkah serius untuk menata kawasan pusat kota, dengan fokus utama pada revitalisasi Alun-Alun Kota Batu.
Proyek ini diharapkan menjadikan Alun-Alun sebagai etalase kota wisata yang lebih modern, estetik, dan terintegrasi.
Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, menyampaikan bahwa penataan ini bukan hanya untuk mempercantik ruang publik, tetapi juga bagian dari visi besar pembangunan lima tahun ke depan melalui program "Mbatu Sae".
“Revitalisasi ini tidak hanya meliputi Alun-Alun saja, tetapi juga kawasan di sekitarnya. Penataan akan mencakup pedagang kaki lima (PKL) hingga sistem parkir, sehingga semuanya terintegrasi,” jelas Heli pada Jumat (20/2/2026).
Penataan awal telah mulai terlihat di sekitar Alun-Alun Kota Batu. Beberapa trotoar telah diperbaiki dengan material stamped concrete yang lebih kokoh dan dilengkapi lampu hias bergaya heritage warna hitam.
Sentuhan ini memberikan kesan klasik namun tetap fungsional, menjadikan kawasan lebih rapi dan ramah bagi pejalan kaki.
Heli juga menyebut bahwa pemerintah telah menginstruksikan Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kota Batu untuk melakukan kajian mendalam terkait proyek ini, dengan target implementasi bertahap selama lima tahun.
Salah satu konsep utama dalam revitalisasi ini adalah penyatuan beberapa titik vital di pusat kota.
Lokasi-lokasi penting seperti GOR Ganesha, Alun-Alun, hingga Batu Plaza akan dihubungkan melalui jalur pedestrian yang nyaman, ruang aktivitas publik, serta sistem parkir dan PKL yang lebih tertata.
“Kawasan pusat kota harus menjadi ruang rekreasi sekaligus simpul ekonomi. Dengan begitu, wisatawan tidak hanya singgah sebentar, tetapi betah beraktivitas lebih lama,” kata Heli.
Namun, salah satu tantangan terbesar adalah mengatasi persoalan parkir. Kepadatan kendaraan di pusat kota sering kali memicu kemacetan, terutama pada akhir pekan dan musim liburan.
Untuk mengatasi hal ini, Pemkot Batu tengah mengkaji pembangunan fasilitas parkir terpadu. Salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan adalah memanfaatkan aset pemerintah, misalnya dengan merelokasi Kantor Kelurahan Sisir untuk dijadikan gedung parkir terpadu.
Selain persoalan infrastruktur, penataan bagi para pedagang kaki lima juga menjadi prioritas.
Pemkot Batu berkomitmen untuk memastikan para pedagang tetap memiliki ruang usaha tanpa mengganggu estetika dan sirkulasi pengunjung.
Langkah ini diharapkan mampu menciptakan ruang publik yang nyaman sekaligus mendukung perekonomian masyarakat lokal.
Revitalisasi ini juga diharapkan mampu mengubah wajah pusat Kota Batu menjadi destinasi wisata perkotaan yang menarik.
Selama ini, Kota Batu dikenal kuat dengan wisata alam dan pertaniannya. Namun, dengan adanya ruang publik seperti Alun-Alun yang modern dan terintegrasi, wisatawan diharapkan memiliki alasan tambahan untuk menghabiskan waktu lebih lama di pusat kota.
Meski menjadi prioritas, Heli menyadari bahwa keterbatasan anggaran daerah bisa menjadi tantangan utama dalam merealisasikan proyek ini.
Ia mengungkapkan bahwa wacana revitalisasi kawasan pusat kota sebenarnya telah muncul sejak era Wali Kota Eddy Rumpoko. Namun, pelaksanaannya baru bisa dilakukan secara bertahap karena faktor pendanaan.
“Wacananya sudah lama. Kendalanya tetap kemampuan APBD. Tapi ini prioritas karena masuk dalam visi misi Mbatu Sae,” ujar Heli.
Ia menambahkan bahwa Pemkot Batu ingin memastikan bahwa revitalisasi tidak hanya berhenti pada perbaikan fisik.
Kajian hingga tahap Detail Engineering Design (DED) sedang disiapkan, dengan harapan kawasan pusat kota dapat berkembang menjadi ruang publik terpadu yang nyaman, berkarakter, dan mampu meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat.
Revitalisasi Alun-Alun Kota Batu disebut memiliki kemiripan konsep dengan kawasan Kayutangan Heritage di Malang.
Namun, Pemkot Batu memastikan bahwa karakter unik Kota Batu sebagai daerah wisata pegunungan akan tetap menjadi identitas utama.
“Nanti kajian akan dikonkretkan sampai tahap DED. Kita sesuaikan dengan kondisi Batu. Intinya, siap bersaing dengan Kayutangan Heritage,” tegas Heli.
Dengan pendekatan yang matang, revitalisasi ini diharapkan tidak hanya menjadikan Alun-Alun sebagai wajah kota yang lebih menarik, tetapi juga sebagai pusat kegiatan masyarakat yang mampu mendukung pertumbuhan ekonomi lokal. (fiq/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat