Kupas Jejak Ekonomi Kerakyatan: Menelusuri Pemikiran R.M. Margono Djojohadikusumo hingga Mohammad Hatta

Reporter : -
Kupas Jejak Ekonomi Kerakyatan: Menelusuri Pemikiran R.M. Margono Djojohadikusumo hingga Mohammad Hatta
Bupati Lumajang Indah Amperawati, dan Ken Bhimo Sultoni bersama Yuristiarso Hidayat saat menelusuri Jejak Margono Djojohadikusumo di Lumajang, tepatnya terkait Koperasi Lumbung Rukun Tani di Desa Rowokangkung. (Foto JatimUPdate.id)

Surabaya, JatimUpdate.id - Kanal digital yang fokus pada isu pendidikan, kesehatan, ekonomi, budaya, dan politik kebijakan publik, kembali menghadirkan diskusi mendalam melalui program Podcast MaklumatID. 

Bertempat di Studio Lantai 3 SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya, episode kali ini mengangkat tema "Jejak Ekonomi Kerakyatan: Dari R.M. Margono Djojohadikusumo hingga Mohammad Hatta" dengan durasi 30 menit yang terbagi dalam tiga segmen menarik.

Baca Juga: Pemerintah Pastikan Dana Desa untuk Kopdes Merah Putih Tak Ganggu Pembangunan Desa

Dipandu oleh host Rista Erfiana Giordano, diskusi ini menghadirkan dua narasumber kompeten, yakni Ken Bimo Sultoni, CEO Sygma Research and Consulting sekaligus Dosen Fisipol Unesa, dan Yuristiarso Hidayat, Koorkab TAPM Gresik, Jurnalis PWI Jatim, serta pengurus Kadin Jatim.

Pada segmen pertama bertajuk "Fondasi Ekonomi Nasional di Masa Kolonial", Ken Bimo Sultoni memaparkan peran penting R.M. Margono Djojohadikusumo dalam membangun fondasi ekonomi nasional. 

Ia menyoroti urgensi pendirian Bank Negara Indonesia (BNI) pada tahun 1946 sebagai langkah berani membangun kedaulatan ekonomi di tengah dominasi kolonial. 

Menurutnya, gagasan Margono merupakan embrio ekonomi kerakyatan yang membedakan dirinya dari sistem kapital kolonial yang eksploitatif. 

Sementara itu, Yuristiarso Hidayat menyoroti positioning Margono dalam sejarah ekonomi nasional dari perspektif jurnalistik dan kebijakan publik. 

Ia menekankan pentingnya peran media dalam membangun narasi ekonomi kerakyatan dan mengungkap tantangan yang dihadapi dalam mewujudkan semangat ekonomi pribumi di daerah seperti Gresik saat ini.

Memasuki segmen kedua dengan tema "Mohammad Hatta dan Spirit Koperasi", diskusi mengerucut pada pemikiran Bapak Koperasi Indonesia. 

Ken Bimo Sultoni menjelaskan inti gagasan Bung Hatta yang menempatkan koperasi sebagai soko guru perekonomian. 

Baca Juga: Desa Kesulitan Lahan untuk KDMP, Pemerintah Siapkan Regulasi

Ia melihat benang merah antara pemikiran Margono dan Hatta dalam memperjuangkan keadilan sosial melalui ekonomi. 

Di sisi lain, Yuristiarso Hidayat mengkritisi praktik kebijakan koperasi saat ini yang dinilai seringkali kalah bersaing dengan korporasi besar. 

Ia memaparkan peran Kadin dalam mendorong UMKM agar naik kelas dan reformasi yang diperlukan agar koperasi kembali sesuai dengan visi Hatta.

Pada segmen pamungkas, "Relevansi Ekonomi Kerakyatan Hari Ini", kedua narasumber berdialog tentang masa depan ekonomi kerakyatan, termasuk terkait program prioritas pemerintah, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). 

Mereka merefleksikan apa yang mungkin dikritik oleh Margono dan Hatta jika hidup di era sekarang, posisi UMKM dalam struktur ekonomi nasional, serta dampak digitalisasi terhadap ekonomi rakyat kecil. 

Baca Juga: H. Junaedi, Kepala Desa Ponggok Dilantik Sebagai Ketua DPP APDESI

Strategi konkret membangun ekonomi kerakyatan berbasis komunitas dan peran generasi muda dalam menghidupkan kembali spirit koperasi juga menjadi sorotan. 

Tak lupa, pesan khusus disampaikan untuk Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Muhammadiyah Jawa Timur terkait penguatan gerakan koperasi saat ini.

Menutup diskusi, host Rista Erfiana Giordano menegaskan bahwa ekonomi kerakyatan bukan sekadar konsep romantisme sejarah, melainkan sebuah perjuangan panjang dan visi besar tentang keadilan sosial yang harus terus diwujudkan. 

Podcast MaklumatID edisi khusus ini diharapkan dapat membuka wawasan publik bahwa kemandirian ekonomi adalah bagian tak terpisahkan dari cita-cita kemerdekaan Indonesia. (mmt)

Editor : Miftahul Rachman