Ning Iah Bekali Ribuan Santri Nurul Jadid Lima Pesan Kunci Saat Pulang Kampung

avatar Ponirin Mika
  • URL berhasil dicopy
Suasana pelepasan para santri ponpes Nurul Jadid pulang kampung untuk memulai prosesi liburan Ramadhan 2026.
Suasana pelepasan para santri ponpes Nurul Jadid pulang kampung untuk memulai prosesi liburan Ramadhan 2026.


Paiton, Probolinggo, JatimUPdate.id – Suasana haru sekaligus bahagia menyelimuti Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo pada Jumat (06/03/2026).

Ribuan santri putri secara resmi dilepas untuk memulai masa libur Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H. Namun, kepulangan ini bukan sekadar jeda akademik, melainkan sebuah "penugasan" untuk membawa nilai-nilai pesantren ke tengah masyarakat.

Dalam prosesi pelepasan yang khidmat tersebut, Ny. Hj. Khodijatul Khodriyah, atau yang akrab disapa Ning Iah, memberikan pembekalan khusus.

Beliau menekankan bahwa status santri tidak berhenti saat mereka melintasi gerbang pesantren.
Ning Iah menitipkan lima pesan utama yang harus dijunjung tinggi oleh seluruh santri selama berada di rumah:
1.    Menjaga Marwah Santri: Tetap teguh memegang Trilogi dan Panca Kesadaran Santri. Jati diri ini adalah pembeda utama santri Nurul Jadid dalam berinteraksi dengan Tuhan maupun sesama warga negara.

2.    Istiqomah dalam Ibadah: Kebaikan dan ritme ibadah yang telah ditempa di pondok harus tetap dijaga. Lingkungan rumah yang berbeda jangan sampai melunturkan kedisiplinan spiritual.

3.    Bakti kepada Orang Tua: Menjadikan restu dan pengabdian kepada orang tua sebagai prioritas utama dalam setiap langkah.

4.    Menjadi Uswatun Hasanah: Santri harus mampu menjadi teladan atau contoh yang baik bagi warga di lingkungan tempat tinggalnya.

5.    Belajar Tanpa Henti: Menanamkan prinsip bahwa pulang kampung adalah fase belajar melalui realitas sosial. "Pulang bukan berarti berhenti mencari ilmu," tegas Ning Iah.

"Kebaikan yang selama ini diperoleh di dalam pondok harus diistiqomahkan di rumah. Di mana pun berada, santri harus tetap dalam posisi belajar dan menebar manfaat," ujar Ning Iah di hadapan ribuan santri.

Untuk menjamin keamanan, pihak pesantren menerapkan prosedur kepulangan yang sangat terstruktur.

Berdasarkan Surat Edaran resmi, kepulangan dibagi menjadi dua gelombang:
•    Santri Putri: Berangkat pada 16 Ramadhan 1447 H (6 Maret 2026).
•    Santri Putra: Menyusul pada 17 Ramadhan 1447 H (7 Maret 2026).

Seluruh santri wajib mengikuti rombongan yang dikoordinir oleh Pembantu Pengurus Pondok Pesantren Nurul Jadid (P4NJ) daerah masing-masing.

Prosedur penjemputan pun dilakukan dengan verifikasi ketat, di mana wali santri wajib menunjukkan fotokopi Kartu Keluarga di titik penurunan (dropspot) yang telah ditentukan.
Masa libur ini dijadwalkan akan berakhir pada akhir Maret.

Santri putri diwajibkan kembali ke pesantren pada 10 Syawal 1447 H (30 Maret 2026), disusul santri putra pada hari berikutnya.

Melalui surat edaran resminya, Pesantren menitipkan pesan kepada para wali santri untuk turut mengawasi aktivitas ibadah dan pergaulan putra-putrinya.

Harapannya, sekembalinya mereka ke pondok nanti, integritas moral dan semangat pengabdian mereka tetap terjaga bahkan semakin kuat setelah berinteraksi dengan masyarakat. (pm/yh)