Pionir Nasional Pesantren Nurul Jadid Resmikan ‘Kampung Kerren’ 2025 untuk Kemandirian Ekonomi Pesisir

avatar Ponirin Mika
  • URL berhasil dicopy
Suasana Peresmian program Kampung Kerren 2025: Pemberdayaan Produk Masyarakat Pesisir,  di Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Kab. Probolinggo, Jumat (6/3/2026).
Suasana Peresmian program Kampung Kerren 2025: Pemberdayaan Produk Masyarakat Pesisir, di Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Kab. Probolinggo, Jumat (6/3/2026).

 

Paiton, Probolinggo, JatimUPdate.id - Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton kembali mengukuhkan posisinya sebagai penggerak ekonomi umat dengan meresmikan program Kampung Kerren 2025: Pemberdayaan Produk Masyarakat Pesisir, Jumat (6/3/2026).

Program strategis ini menjadikannya pesantren pertama di Indonesia yang menerima dan merealisasikan bantuan tersebut dari Kementerian Agama RI.

Acara peresmian ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, di antaranya Direktur Pesantren Kemenag RI Dr. H. Basnang Sa’id, Asisten Deputi Kemenko Pemberdayaan Masyarakat Dr. Amin Mudzakkir, dan perwakilan Kakanwil Kemenag Jatim.

Mewakili Kepala Pesantren, KH. Faiz Abdul Haq Zaini (Gus Faiz) menjelaskan bahwa bantuan senilai Rp500 juta tersebut dialokasikan untuk pengembangan dua lini usaha utama:
1.    Unit Cold Storage & Pengolahan Fillet Ikan: Solusi bagi nelayan lokal untuk menjaga kualitas hasil tangkapan tetap higienis dan memiliki nilai jual tinggi di pasar luas.

2.    Unit Bordir Nurul Jadid Garment: Wadah pemberdayaan keterampilan tekstil bagi santri dan warga sekitar guna membuka lapangan kerja baru.

"Kehadiran unit usaha ini adalah langkah nyata sinergi antara pesantren, masyarakat, dan pemerintah dalam membangun ekonomi berbasis potensi lokal," ujar Gus Faiz.

Direktur Pesantren Kemenag RI, Dr. H. Basnang Sa’id, memberikan apresiasi tinggi dengan menetapkan Nurul Jadid sebagai satu dari lima pesantren terbaik di Indonesia dalam pengelolaan ekonomi.

"Pesantren Nurul Jadid Paiton adalah yang pertama kali mendapat bantuan Pesantren Keren. Mereka mampu mengelola potensi ekonomi untuk memberikan nilai manfaat bagi ribuan santri dan masyarakat," tegas Basnang Sa’id.

Senada dengan itu, Kepala Kemenag Probolinggo H. Samsur berharap keberhasilan Gus Faiz dalam memimpin transformasi ekonomi ini dapat menjadi blueprint atau contoh bagi pesantren-pesantren lain, khususnya di wilayah Jawa Timur.

Saat ini, di bawah naungan Koppontren Mandiri, Nurul Jadid telah memiliki ekosistem usaha yang menggurita, mulai dari Enjemart, Mandiri Digital Printing, layanan cashless Bekal Santri, hingga Torasera Nurja Berkah yang berfungsi sebagai pusat distribusi kebutuhan pokok.

Melalui peresmian Kampung Kerren ini, Pondok Pesantren Nurul Jadid membuktikan bahwa lembaga pendidikan agama mampu bertransformasi menjadi pusat pemberdayaan ekonomi yang mandiri dan berdaya saing global. (pm/yh)