Rencana Besar Infrastruktur Malang Selatan, Tol Malang-Kepanjen Tambah Dua Exit

avatar Deki Umamun Rois
  • URL berhasil dicopy
Foto dari udara, exit tol Singosari kota Malang.
Foto dari udara, exit tol Singosari kota Malang.

 

Malang, JatimUPdate.id- Wajah konektivitas Malang selatan akan segera berubah. Pemerintah Kabupaten Malang tengah mendorong percepatan pembangunan Tol Malang-Kepanjen yang dijadwalkan dimulai pada 2027, lengkap dengan usulan penambahan dua titik akses strategis yang sebelumnya tidak masuk dalam perencanaan awal.

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Malang secara resmi mengusulkan pembangunan dua exit tol tambahan.

Keduanya masing-masing akan mengarah ke SMA Taruna Nusantara di Kecamatan Pagak dan kawasan industri di Bululawang—dua lokasi yang dinilai memiliki nilai strategis tinggi bagi pertumbuhan ekonomi dan mobilitas masyarakat.

Usulan ini muncul seiring dengan pembaruan dokumen studi kelayakan (feasibility study) yang tengah dilakukan tahun ini. Bappeda melihat momentum tersebut sebagai peluang untuk memperluas cakupan manfaat jalan tol bagi masyarakat.

Kepala Bappeda Kabupaten Malang, Tomie Herawanto, menjelaskan bahwa penambahan akses ini bertujuan memudahkan pengguna tol menjangkau titik-titik penting di wilayah selatan Malang.

"Kami mendapat informasi ada update FS karena ada penyesuaian. Kami pun mengusulkan exit menuju ke SMA Taruna Nusantara dan kawasan industri di Bululawang," ungkap Tomie, Jumat (13/3/2026).

SMA Taruna Nusantara Pagak bukan sekolah biasa. Institusi pendidikan unggulan ini menampung ratusan siswa dari berbagai daerah, dengan proyeksi jumlah peserta didik yang terus meningkat setiap tahunnya.

Kehadiran exit tol di dekat lokasi sekolah akan memberikan kemudahan signifikan. Para siswa yang berasal dari luar kota, wali murid yang berkunjung, hingga kegiatan operasional sekolah akan terbantu dengan aksesibilitas yang lebih baik.

Kawasan industri Bululawang menjadi prioritas kedua dalam usulan Bappeda. Akses tol langsung ke area ini diharapkan mampu meningkatkan daya tarik investasi sekaligus memperlancar distribusi logistik bagi pelaku usaha yang beroperasi di wilayah tersebut.

Dengan konektivitas yang lebih baik, kawasan industri ini berpotensi menjadi magnet baru bagi investor yang selama ini terkendala infrastruktur jalan.

Selain dua usulan baru tersebut, rencana awal Tol Malang-Kepanjen sudah mencakup exit di Jalan Gondanglegi-Balekambang. Titik akses ini memiliki peran krusial karena terhubung langsung dengan Jalur Lintas Selatan (JLS).

Bagi wisatawan, exit Gondanglegi akan menjadi game changer. Perjalanan menuju deretan pantai eksotis di pesisir selatan Malang—yang selama ini memakan waktu berjam-jam—diprediksi akan jauh lebih singkat dan nyaman.

Pembangunan Jalan Gondanglegi-Balekambang sendiri masih dalam proses pengerjaan. Namun begitu rampung, jalan ini akan menjadi koridor utama yang menghubungkan jalan tol dengan destinasi wisata bahari.
Meski pembangunan tol merupakan kewenangan penuh Pemerintah Pusat, Pemkab Malang berkomitmen memberikan dukungan maksimal untuk mempercepat realisasinya.

"Kami mendukung percepatan pembangunan Tol Malang-Kepanjen, tapi sekali lagi, pengerjaannya ada di Pemerintah Pusat," tegas Tomie.

Kehadiran Tol Malang-Kepanjen diprediksi akan membawa efek domino positif bagi perekonomian wilayah selatan Kabupaten Malang. Beberapa dampak yang diproyeksikan antara lain Sektor Pariwisata. Kemudahan akses ke pantai selatan berpotensi meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan. Pelaku usaha perhotelan, kuliner, dan jasa pariwisata di kawasan pesisir akan menerima manfaat langsung.

Efek lainnya adalah Sektor Industri. Konektivitas yang lebih baik ke kawasan industri Bululawang dapat mendorong ekspansi usaha dan menarik investasi baru. Efisiensi logistik juga akan meningkat.

Efek terakhir adalah Sektor Pendidikan. SMA Taruna Nusantara dan institusi pendidikan lain di wilayah Pagak akan lebih mudah dijangkau. Hal ini dapat meningkatkan daya tarik sekolah bagi calon siswa dari berbagai daerah.

Rencana pembangunan Tol Malang-Kepanjen dengan tambahan dua exit baru mencerminkan upaya serius dalam meningkatkan konektivitas dan pertumbuhan ekonomi Malang selatan. Meski realisasinya masih beberapa tahun ke depan, langkah-langkah persiapan yang dilakukan saat ini akan menentukan keberhasilan proyek infrastruktur strategis tersebut.

Bagi masyarakat Malang dan sekitarnya, perkembangan ini layak dipantau. Jalan tol bukan sekadar soal mempersingkat waktu tempuh—melainkan tentang membuka peluang baru bagi pendidikan, industri, dan pariwisata di wilayah yang selama ini relatif terisolasi. (