Transformasi Posyandu di Bondowoso, Ketua TP PKK Dorong ILP agar Layanan Kesehatan Jangkau Semua Usia

avatar M Aris Effendi
  • URL berhasil dicopy
Ketua TP PKK Bondowoso Khodijatul Qodriyah menyerahkan bantuan kepada warga dalam kegiatan penguatan Integrasi Layanan Primer (ILP) Posyandu di Kecamatan Tapen, Senin (27/4/2026).
Ketua TP PKK Bondowoso Khodijatul Qodriyah menyerahkan bantuan kepada warga dalam kegiatan penguatan Integrasi Layanan Primer (ILP) Posyandu di Kecamatan Tapen, Senin (27/4/2026).

 

Bondowoso, JatimUPdate.id, — Upaya memperkuat layanan kesehatan berbasis masyarakat terus didorong dari lini paling dekat dengan warga.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bondowoso, Khodijatul Qodriyah, menekankan pentingnya penguatan Integrasi Layanan Primer (ILP) melalui Posyandu sebagai bagian dari transformasi layanan kesehatan yang lebih inklusif.

Hal itu disampaikan saat kegiatan penguatan Posyandu di Kecamatan Tapen, Senin (27/4/2026).

Dalam kesempatan tersebut, ia menggarisbawahi bahwa Posyandu kini tidak lagi hanya berfokus pada layanan ibu dan anak, tetapi berkembang menjadi ruang layanan kesehatan yang menjangkau seluruh siklus kehidupan.

“Melalui ILP Posyandu, masyarakat diharapkan memperoleh layanan kesehatan yang lebih mudah diakses, sekaligus memperkuat kebersamaan sosial di lingkungan,” ujarnya.

Konsep Integrasi Layanan Primer merupakan bagian dari agenda transformasi sistem kesehatan yang menitikberatkan pada penguatan layanan promotif dan preventif.

Dalam pendekatan ini, Posyandu diperluas fungsinya menjadi simpul layanan kesehatan berbasis komunitas yang terhubung dengan fasilitas kesehatan formal, seperti puskesmas dan puskesmas pembantu.

Pendekatan tersebut dinilai penting untuk mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat, sekaligus meningkatkan efektivitas deteksi dini dan penanganan berbagai persoalan kesehatan di tingkat desa dan kecamatan.

Dengan demikian, intervensi kesehatan tidak hanya bersifat kuratif, tetapi juga mampu mencegah risiko sejak dini.

Di sisi lain, keberhasilan implementasi ILP Posyandu sangat ditentukan oleh peran kader dan partisipasi aktif masyarakat.

Posyandu tidak hanya menjadi tempat pelayanan, tetapi juga ruang interaksi sosial yang memperkuat kohesi dan kepedulian antarwarga.

Penguatan kapasitas kader, dukungan lintas sektor, serta keterlibatan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam memastikan keberlanjutan program ini. 

Sinergi tersebut diharapkan mampu menjadikan Posyandu sebagai garda terdepan dalam menjaga kesehatan masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Bondowoso bersama TP PKK menaruh harapan besar agar implementasi ILP Posyandu dapat membentuk masyarakat yang lebih sehat, mandiri, dan berdaya.

Dalam konteks yang lebih luas, langkah ini juga menjadi bagian dari upaya menjawab tantangan kesehatan yang kian kompleks, sekaligus memastikan layanan dasar dapat diakses secara merata hingga ke lapisan paling bawah. (ries/yh)