Pasar Murah Pemprov Jatim Sasar Permukiman, Warga Terbantu Harga Murah

avatar Dwi Prasetyo
  • URL berhasil dicopy
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam kegiatan Pasar Murah Pengendalian Inflasi dan Stabilisasi Harga Barang Kebutuhan Pokok yang digelar di Kantor Kelurahan Jemur Wonosari, Surabaya
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam kegiatan Pasar Murah Pengendalian Inflasi dan Stabilisasi Harga Barang Kebutuhan Pokok yang digelar di Kantor Kelurahan Jemur Wonosari, Surabaya

Surabaya, JatimUPdate. id - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kembali menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok melalui program pasar murah. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan kehadiran langsung gubernur dalam kegiatan Pasar Murah Pengendalian Inflasi dan Stabilisasi Harga Barang Kebutuhan Pokok yang digelar di Kantor Kelurahan Jemur Wonosari, Kecamatan Wonocolo, Surabaya, Senin (16/3).

Kehadiran Khofifah menjadi bukti bahwa upaya pengendalian inflasi tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Terlebih pada bulan Ramadan, ketika konsumsi rumah tangga cenderung meningkat.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah menyampaikan bahwa kegiatan pasar murah yang digelar di Jemur Wonosari merupakan pelaksanaan ke-56 sepanjang tahun 2026 yang dilakukan Pemprov Jawa Timur.

“Ini pasar murah yang ke-56 yang dilakukan oleh Pemprov Jawa Timur. Pada dasarnya kami berjalan beriringan dengan program yang dilakukan kabupaten dan kota, sehingga sifatnya saling melengkapi,” ujarnya.

Menurutnya, pelaksanaan pasar murah sengaja ditempatkan di lokasi yang jauh dari pasar tradisional. Kebijakan ini dilakukan agar program intervensi harga tidak mengganggu aktivitas ekonomi para pedagang di pasar.

“Tempatnya kita pilih jauh dari pasar tradisional dan lebih mendekat ke kawasan perkampungan. Harapannya dengan harga yang jauh di bawah harga pasar, masyarakat bisa terbantu dalam memenuhi kebutuhan logistik keluarga selama Ramadan,” jelasnya.

Khofifah menambahkan, upaya pengendalian harga akan terus dilakukan hingga menjelang Hari Raya Idulfitri. Hal ini mengingat kebutuhan masyarakat biasanya meningkat menjelang lebaran.

“Kita tahu bahwa menjelang lebaran kebutuhan masyarakat akan meningkat. Karena itu intervensi pasar seperti ini akan terus dilakukan, tentu bersama pemerintah kabupaten dan kota,” imbuhnya.

Selain penyediaan bahan pokok dengan harga terjangkau, pada kesempatan tersebut Khofifah juga menyerahkan bantuan sosial secara simbolis kepada masyarakat. Sebanyak 68 sak beras dengan berat masing-masing 5 kilogram diberikan kepada para lanjut usia. Sementara itu, 65 paket telur disalurkan kepada anak-anak serta ibu hamil.

Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu kelompok rentan agar kebutuhan gizi mereka tetap terpenuhi selama bulan Ramadan.

Dalam kegiatan pasar murah tersebut, berbagai komoditas dijual dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar. Beras premium dijual Rp14.000 per kilogram dan beras medium Rp11.000 per kilogram. MinyaKita dipasarkan Rp13.000 per liter, telur ayam ras Rp22.000 per kemasan, tepung terigu Rp10.000 per kilogram, serta gula pasir Rp14.000 per kilogram.

Sementara itu, bawang putih dijual Rp6.000 per 250 gram, bawang merah Rp7.000 per 250 gram, dan daging ayam ras Rp30.000 per kemasan.

Menariknya, komoditas cabai yang kerap menjadi penyumbang inflasi juga tersedia dengan harga terjangkau. Cabai rawit merah maupun cabai merah besar dijual Rp5.000 per bungkus.

Melalui program ini, Pemprov Jawa Timur berharap stabilitas harga bahan pokok tetap terjaga, sehingga daya beli masyarakat tidak terganggu di tengah meningkatnya kebutuhan selama Ramadan hingga Idulfitri. (DPR)