Ekonomi Sumbar Tertekan, Andre Rosiade Desak Pelindo Garap Industri CPO

avatar M Aris Effendi
  • URL berhasil dicopy
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade. (Foto: Ist)
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade. (Foto: Ist)

 

Jakarta, JatimUPdate.id, – Pertumbuhan ekonomi hanya sekitar 3 persen, sementara inflasi menyentuh 6 persen. Kondisi ini membuat daya beli masyarakat Sumatera Barat tergerus.

Melihat situasi itu, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, mendesak PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) untuk turun tangan melalui pengembangan pelabuhan dan industri berbasis crude palm oil (CPO).

Desakan tersebut disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi VI DPR RI bersama Pelindo, sebagai upaya mendorong kebangkitan ekonomi daerah yang dinilai tertinggal di Pulau Sumatera.

“Pertumbuhan ekonomi hanya 3 persen, tapi inflasi 6 persen. Artinya masyarakat mengalami penurunan daya beli. Ini pemiskinan secara terstruktur,” tegas Andre, Kamis (2/4/2026).

Menurutnya, persoalan utama Sumbar bukan sekadar infrastruktur pelabuhan, melainkan minimnya industri pengolahan yang berdampak langsung pada rendahnya aktivitas logistik.

Ia mengungkapkan, utilisasi kontainer di wilayah tersebut masih jauh dari optimal.

“Kontainer yang masuk hanya terisi sekitar 30 persen. Kita tidak punya industri besar selain Semen Padang. Padahal peluang dari sektor CPO sangat besar,” ujarnya.

Andre menilai keberadaan Pelabuhan Teluk Bayur belum cukup menjadi motor penggerak ekonomi daerah.

Sebagai solusi, ia mendorong percepatan pembangunan Pelabuhan Air Bangis di Kabupaten Pasaman Barat yang dinilai strategis sebagai pusat distribusi dan pengolahan CPO.

“Air Bangis bisa jadi game changer. Kita bisa bangun depo Pertamina dan depo CPO. Potensi sawit bukan hanya dari Pasaman Barat, tapi juga dari Agam hingga Sumatera Utara. Daripada ke Medan yang lebih jauh, lebih baik dialihkan ke Air Bangis,” jelasnya.

Tak hanya itu, Andre juga menyoroti potensi kawasan Pesisir Selatan hingga perbatasan Bengkulu yang dinilai layak dikembangkan sebagai jalur logistik baru berbasis sawit.

“Kalau dibangun pelabuhan khusus CPO, rantai logistik akan lebih efisien dan dampaknya langsung ke masyarakat,” katanya.

Di sisi lain, Andre tetap mengapresiasi langkah transformasi digital yang dilakukan Pelindo dalam modernisasi sistem operasional pelabuhan.

“Saya sudah melihat langsung digitalisasi di Pelindo. Ke depan, operasional bahkan bisa dikendalikan dari jarak jauh. Ini kemajuan,” ujarnya.

Namun ia menegaskan, transformasi tersebut harus diiringi dengan keberpihakan nyata terhadap daerah.

“Kami butuh kajian dan langkah konkret. Bantu provinsi yang saya wakili agar ekonominya bisa bangkit,” pungkasnya. (ries/yh)