Atap Kelas Ambruk, SDN 1 Sidokepung Buduran Sidoarjo Hadapi Krisis Ruang Belajar
Sidoarjo, JatimUPdate.id - Hujan deras yang mengguyur wilayah Buduran menyebabkan atap salah satu ruang kelas di SDN 1 Sidokepung ambruk.
Insiden ini memicu krisis ruang belajar, memaksa pihak sekolah berpacu mencari solusi cepat di tengah keterbatasan fasilitas untuk menampung ratusan siswa.
Kepala SDN 1 Sidokepung, Sri Wahyuni, mengungkapkan peristiwa ambruknya atap terjadi, tepat sebelum kegiatan belajar dimulai saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
“Kejadiannya Selasa pagi. Alhamdulillah saat itu siswa berada di luar kelas, sehingga tidak ada korban jiwa,” ujar Sri Wahyuni.
Ia menjelaskan, kondisi kayu penyangga atap memang sudah lapuk dimakan usia. Saat ini, pihak sekolah harus melakukan penyesuaian agar kegiatan belajar tetap berlangsung.
“Sementara ini kegiatan belajar mengajar kami pindahkan ke ruang perpustakaan,” tambahnya.
Melihat kondisi SDN 1 Sidokepung, Bupati Sidoarjo Subandi bersama Dinas Pendidikan dan BPBD Sidoarjo melakukan sidak.
Ia menegaskan pemerintah daerah akan bergerak cepat dengan menyiapkan langkah jangka pendek dan jangka panjang.
“Hasil peninjauan menunjukkan kondisi ruang belajar memang sudah tidak memadai, baik dari sisi fasilitas maupun bangunan. Atapnya rusak berat,” ujar Subandi di lokasi, Sabtu (18/4/2026).
Untuk penanganan cepat, Subandi membuka opsi penggunaan dana Belanja Tak Terduga (BTT) guna memperbaiki bagian atap dan plafon yang rusak, sehingga kegiatan belajar mengajar (KBM) bisa segera kembali normal.
“Kalau ingin solusi cepat, sementara bisa menggunakan dana BTT untuk pembenahan atap dan plafon.
Namun untuk jangka panjang, kami siapkan perencanaan pembangunan gedung dua lantai mulai akhir 2026 agar bisa direalisasikan pada 2027,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Sidoarjo, Tirto Adi, mengakui kondisi keterbatasan ruang kelas di SDN 1 Sidokepung menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Meski demikian, ia menyebut adanya penyesuaian anggaran di tahun berjalan menjadi tantangan tersendiri.
“Untuk tahun 2026 memang belum ada alokasi khusus karena efisiensi anggaran. Namun kami tetap mengupayakan solusi sesuai arahan Bupati,” kata Tirto.
Ia menambahkan, saat ini Pemkab Sidoarjo tengah mengerjakan 54 titik perbaikan infrastruktur pendidikan dengan total anggaran sekitar Rp47 miliar.
Sejumlah proyek sudah berjalan, sementara lainnya masih dalam proses tender.
SDN 1 Sidokepung diketahui menampung 340 siswa yang terbagi dalam 13 rombongan belajar (rombel). Namun, sekolah tersebut hanya memiliki 11 ruang kelas, sehingga kekurangan dua ruang belajar. (ih/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat