Kunjungan Mendadak Prabowo Belum Lama Ini Berbuah Nyata: 824 Unit Hunian Siap Dihuni
Jakarta, JatimUPdate.id — Harapan baru mulai terlihat bagi warga yang selama ini hidup di bantaran rel kereta kawasan Pasar Senen, Jakarta Pusat.
Pemerintah kini mempercepat pembangunan hunian layak yang ditargetkan rampung dalam waktu dekat.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya bersama Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Bobby Rasyidin turun langsung meninjau progres pembangunan tersebut pada Sabtu (25/4/2026).
“Pagi tadi kami mengecek langsung perkembangan pembangunan hunian untuk warga di pinggiran rel sekitar Stasiun Pasar Senen,” ujar Teddy.
Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan proyek berjalan sesuai target, terutama bagi warga yang selama bertahun-tahun tinggal di lingkungan yang jauh dari standar kelayakan—tanpa akses air bersih hingga fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) yang memadai.
Hunian Lebih Manusiawi, Hanya 500 Meter dari Rel
Hunian baru yang disiapkan berlokasi sekitar 500 meter dari rel kereta api. Lokasi ini dipilih agar tetap dekat dengan aktivitas warga, namun jauh lebih aman dan layak huni.
Fasilitas yang disiapkan tidak main-main:
Air bersih dan MCK layak
Tempat ibadah
Area bermain anak
Fasilitas pendukung lainnya
Langkah ini merupakan bagian dari arahan langsung Presiden Prabowo Subianto yang sebelumnya melakukan kunjungan mendadak ke lokasi pada 26 Maret 2026.
Kunjungan tersebut menjadi titik awal percepatan proyek penataan kawasan kumuh di sekitar rel.
Dikebut dengan Kolaborasi BUMN
Teddy menegaskan, pembangunan dilakukan secara cepat berkat kolaborasi antara pemerintah dan sejumlah BUMN.
“Pembangunan dilaksanakan dengan cepat berkat kerja sama erat Kementerian Perumahan dan beberapa BUMN terkait,” katanya.
Program ini juga disebut tidak berhenti di Senen saja. Penataan permukiman serupa akan dilakukan secara bertahap di berbagai wilayah lain.
Target Juni 2026, Total 824 Hunian
Sementara itu, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait memastikan sebagian proyek akan segera rampung.
“Yang di Senen akan selesai 15 Juni 2026,” ujar Maruarar, atau yang akrab disapa Ara.
Rinciannya:
324 unit rumah susun (rusun) di kawasan Senen
500 unit rumah di kawasan Kramat
Total, pemerintah menyiapkan 824 unit hunian bagi warga yang selama ini tinggal di bantaran rel.
Bagi sebagian warga, ini bukan sekadar relokasi. Ini adalah perubahan hidup—dari ruang sempit di pinggir rel menuju hunian yang lebih layak, aman, dan manusiawi.
Dan untuk pertama kalinya setelah puluhan tahun, mereka tidak lagi harus hidup berdampingan dengan risiko dan keterbatasan setiap hari. (ries/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat